Ini Hubungan antara Obat yang Diminum Ibu Hamil Terhadap Kondisi Janin

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Ibu hamil perlu waspada terhadap kondisi janin ketika mengonsumsi obat, karena obat yang diminum dapat mempengaruhi janin yang dikandungnya. Untuk itu, sebelum minum obat sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter yang ahli di bidangnya.

Meskipun sedang merasa kurang tidur, sakit gigi, pusing atau perut terasa kembung, ibu hamil tidak dianjurkan untuk minum obat-obatan sesuka hati. 

Disampaikan oleh theasianparent.com, data dari WHO menyebutkan bahwa lebih dari 90% ibu hamil mengonsumsi obat tanpa resep dari dokter atau cenderung membeli obat-obatan secara bebas dan sembarangan. Sehingga 2-3% dari seluruh cacat bawaan janin disebabkan oleh obat-obatan.

Menurut dr Ariefandy Pambudi, Sp. OG, Spesialis Kandungan Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya, tumbuh kembang bayi dalam kandungan akan terganggu apabila ibu hamil mengonsumsi obat secara sembarangan.

Bagi ibu hamil yang sedang sakit, misal sakit gigi atau flu, perlu konsultasi kepada dokter mengenai obat yang boleh dikonsumsi tanpa menganggu perkembangan janin. Tidak dianjurkan untuk membeli obat sendiri tanpa anjuran atau resep dokter.

Ada beberapa ibu hamil yang mengalami sakit karena infeksi, salah satunya adalah infeksi yang menyebabkan batuk dalam waktu lama. Sehingga kuman dapat masuk ke plasenta dan mempengaruhi janin.

Tak hanya kuman, obat yang dikonsumsi juga dapat melintasi plasenta. “Hampir sebagian besar obat dapat melintasi plasenta. Dalam plasenta obat mengalami proses biotransformasi, dimana obat tersebut dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga terbentuk senyawa yang reaktif bersifat teratogenik,” papar dr Ariefandy.

Obat yang bersifat teratogenik dapat menyebabkan terjadinya malformasi anatomik pada pertumbuhan organ janin, seperti bibir sumbingdan kelainan tulang belakang (spina bifida).

Beberapa jenis obat lainnya, misalkan pereda sakit seperti paracetamol bisa berdampak buruk pada janin jika dikonsumsi saat hamil. Di antaranya menyebabkan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) dan maskulinitas pada anak laki-laki berkurang. Bahkan, ada jenis obat yang bisa menyebabkan kecacatan pada janin.

“Trimester kehamilan yang paling berisiko besar terhadap janin yaitu pada trimester pertama (periode organogenesis),” lanjutnya.

Untuk itu sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi obat-obatan secara sembarangan. Bila mengalami sakit ringan sebaiknya melakukan penanganan lain yang tidak melibatkan konsumsi obat, seperti memakai balsem atau minyak angin.Sedangkan obat tradisional seperti jamu disarankan untuk mengonsumsi jamu yang sudah mendapat sertifikasi aman bagi ibu hamil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat