Inilah Fakta Virus Hepatitis A

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Hanya dalam kurun waktu dua pekan, penyakit Hepatitis A, atau biasa disebut penyakit kuning, menyebar luas dengan sangat pesat di sejumlah kecamatan di Pacitan, Jawa Timur. 

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A pada 25 Juni lalu, menyusul temuan lebih dari 800 warganya terjangkit penyakit infeksi virus yang dapat menular melalui makanan dan minuman tersebut selama dua pekan terakhir. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Eko Budiono mengatakan, jumlah kasus hepatitis A dimungkinkan akan terus bertambah seiring sebaran yang terus meluas hingga sekarang. “Penyebaran cukup pesat karena mobilitas masyarakat. Mungkin orang sini pergi ke luar kota dan mereka bersalaman. Model penularannya sekarang dari person to person,” ujar Eko seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Hepatitis A, dikatakan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto, adalah terminologi yang digunakan untuk penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus tipe A.

Virus tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran makanan atau minuman tercemar yang dikonsumsi, lalu orang yang terjangkit penyakit ini kemudian menyebarkan virus hepatitis A melalui cairan kencing atau feses.

Sedangkan untuk wabah yang terjadi di Pacitan ini diduga akibat adanya cemaran sumber air oleh virus A, sehingga air ini digunakan secara massal oleh banyak orang. Oleh sebab itu, dalam waktu singkat, banyak orang yang terjangkit virus hepatitis A. 

Hal tersebut juga ditengarai terjadi lantaran berkurangnya pasokan air bersih di daerah Pacitan yang menyebabkan merebaknya penyakit hepatitis A di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Eko Budiono pun juga menyebut, kualitas sumber air yang dipakai oleh warga tidak terjamin kebersihannya

Selain karena kekeringan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir yang mempercepat penyebaran virus, faktor lain yang menjadi penyebabnya adalah sanitasi masyarakat yang tidak terjaga dengan baik. 

Penyebaran penyakit ini semakin meluas juga dikarenakan kebanyakan dari warga yang terjangkit hepatitis A enggan dirawat inap. Padahal, semestinya, mereka yang terjangkit diisolasi dari mereka yang belum tertular penyakit ini. 

Kondisi badan mereka yang terjangkit virus ini tampak letih, lesu, dan lemah. Akibat fungsi liver terganggu dalam memetabolisme bilirubin (senyawa pigmen berwarna kuning), selaput putih mata orang yang terjangkit pun menjadi berwarna kuning, pangkal kuku menjadi berwarna kuning, dan warna cairan kecing penderita hepatitis A juga berwarna kuning kecokelatan.

Meski begitu, hepatitis A adalah penyakit hepatitis yang paling ringan, tidak berbahaya hingga menyebabkan kematian, namun sangat berpotensi menjadi wabah dan mudah menyebar. Hepatitis A baru dapat berbahaya bagi pasien yang memang kondisinya tubuhnya tidak sehat.

Dengan kondisi liver yang tidak maksimal karena terinfeksi, maka yang perlu dilakukan adalah mengurangi beban liver semaksimal mungkin dengan melakukan istirahat total. Selain itu, agar tidak menjadi sumber wabah yang baru, pasien terjangkit juga perlu mengamankan sumber makanan dan air yang diduga tercemar.

Untuk itu, diperlukan untuk terus menjaga pola hidup bersih dengan selalu mencuci tangan sebelum menjamah makanan, dan sesudah buang air besar.(nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat