Ini Dampak Buruk Stres bagi Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Stres tak hanya urusan psikologis, namun juga urusan kesehatan fisik. Sebab beberapa penelitian ternyata membuktikan dampak luar biasa dari stress bagi kesehatan. Beberapa di antaranya memicu penyakit jantung dan membuat daya tahan tubuh melemah sehingga mudah terserang penyakit.

Memicu Penyakit Jantung

“Masyarakat sepertinya lupa bahwa stres merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung,” ungkap Chauncey Crandall, MD, salah satu ahli jantung dalam Kompas.

Oleh karenanya Crandall merekomendasikan setiap individu untuk melakukan tes kesehatan jantung dimulai pada usia 40-an. Ini dilakukan untuk mengetahui sejak awal jika memang terdapat suatu penyakit dan memicu kebiasaan gaya hidup sehat. 

Pernyataan Crandall rupanya dikuatkan oleh sebuah penelitian di Amerika Serikat pada 2014 lalu yang memberikan penjelasan tentang hubungan antara stres psikologis dan kerusakan jantung.

Mengutip dari Times, peneliti memperhatikan kadar sel darah putih dalam tubuh. Setelah sepekan bekerja dengan penuh tekanan, jumlah sel darah putih meningkat.

Penelitian lain yang dilakukan Harvard University pada 2017 lalu menyebutkan bahwa mereka yang memiliki aktivitas tinggi di bagian amygdala (bagian otak pembentuk emosi) berisiko terkena serangan jantung.

Berbahaya bagi Pencernaan dan Meningkatkan Asam Lambung

Stress ternyata juga berdampak pada bagian pencernaan, salah satunya berimbas pada sakit di daerah perut dan usus. Menurut keterangan Kenneth Koch, ahli gastroentrologi dari Wake Forest University AS, otak dan usus saling terhubung dan secara konstan berkomunikasi satu sama lain.

“Stres bisa memengaruhi setiap bagian di sistem pencernaan,” ujar Koch mengutip dari EverydayHealth.

Koch mengatakan bahwa stres mampu meningkatkan asam lambung, mual, dan diare atau sembelit. Bahkan dalam kasus yang lebih serius, stres dapat menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen menuju perut yang dapat menyebabkan kram, peradangan, atau ketidakseimbangan bakteri usus.

Merusak Sistem Kekebalan Tubuh

Saat stres, tubuh merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bekerja. Dalam kondisi itu, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang akan menghambat pelepasan histamin dan respon peradangan untuk melawan zat asing. Mengutip MayoClinic, dengan begitu tubuh akan lebih rentan terserang penyakit ketika stres.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Leukocyte Biology menyebutkan bahwa jenis stres tertentu dapat berinteraksi dengan sel kekebalan tubuh yang merespons sel alergen hingga menimbulkan gejala fisik.

Jadikan Sabar dan Sholat sebagai Penolong

Dalam Islam sendiri, manusia telah diajarkan untuk mengelola stress dengan baik. Sebagaimana yang tercantum dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 153. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Untuk memanej stress dengan baik, maka seorang muslim wajib kian mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Memohon pertolongan kepada Allah dan menjadikan ibadah sholat semakin giat dilakukan. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat