Ini Cara Redakan Nyeri Pasca Olahraga Berat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Berolahraga menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Dihadapkan dengan rasa nyeri otot pasca olahraga menjadi salah satu tantangannya. Agar rasa nyeri otot pasca olahraga mereda, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Nyeri otot yang terjadi setelah berolahraga dapat membuat ragu seseorang untuk kembali berolahraga. Mereka akan berpikiran bahwa separah apa nyeri otot hingga kapan harusnya nyeri otot diperiksakan.

“Ketika orang memulai siklus olahraga baru, sangat umum untuk mengembangkan rasa sakit,” kata dr. Ryan Lingor, Dokter Olahraga Primer di RS Khusus Bedah New York City dalam kompas.

Di sisi lain, dilansir dalam detik, telah dikenal teknik RICE (Rest, Ice, Compression, and Elevation). Teknik ini begitu populer dan sering digunakan untuk menyembuhkan nyeri otot. Dijelaskan oleh dr. Gabe Mirkin bahwa teknik pemulihan ini perlu diperbaiki kembali seiring dengan perkembangan ilmu medis.

Dalam teknik RICE, pemulihan dilakukan dengan mengistirahatkan otot yang cedera, menempatkan kompres es di bagian cedera, dan diikuti dengan kompresi perban. Terakhir, area yang nyeri akan diangkat untuk mengurangi pembengkakan.

Teknik tersebut menurut Mirkin, penggunaan kompres es dan istirahat saat nyeri otot dapat melambatkan proses pemulihan. Karena, penggunaan kompres es dapat menghambat aliran darah di sekitarnya. Akibatnya, sel darah yang membawa sel penyembuh sulit mengalir menuju ke area nyeri untuk penyembuhan secara alami.

“Tetap aktif bergerak secara perlahan juga bisa menghentikan rasa sakit secara perlahan setidaknya sehari setelah cedera, jika cedera yang dialami ringan. Contohnya nyeri otot,” paparnya.

Pada umumnya, nyeri otot bukanlah hal yang berbahaya. Dikatakan oleh Lingor, nyeri otot normal biasanya simetris. Jika nyeri yang dialami terasa berat sebelah, bisa jadi pertanda otot tertarik atau cedera lainnya. Nyeri otot biasanya akan hilang dalam 24 hingga 36 jam.

Kemudian, untuk menyembuhkan nyeri otot ini menurut Mirkin yakni, dengan tetap menggerakan bagian tubuh yang cedera. Gerakan-gerakan yang dilakukan harus tetap dipastikan tidak menambah rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Lalu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Appalachian State University menemukan bahwa, cara terbaik untuk menghindari nyeri otot adalah makan dengan komposisi yang benar. Disarankan untuk mengonsumsi 30 hingga 60 gram karbohidrat per jam atau setengah buah pisang tiap 15-30 menit. Dan dalam penelitian tersebut mengungkap, flavonoid dalam buah dan sayur dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus melindungi tubuh dari peradangan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, nyeri otot yang dialami setelah berolahraga akan cepat mereda. Dan kita tetap dapat berolahraga kembali untuk tubuh yang sehat.

Konsultasikan berbagai keluhan kesehatan Anda ke dokter-dokter spesialis yang ada di RS Al Irsyad, salah satu rumah sakit terbaik yang ada di Kota Surabaya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat