Ini Beragam Penyakit yang Mengintai Jika Tidak Rajin Cuci Tangan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Semenjak penularan virus corona sampai ke Indonesia, Pemerintah RI dan berbagai elemen kesehatan lain mengimbau agar masyarakat rajin mencuci tangan. Jika malas mencuci tangan, tentunya tidak hanya virus corona, risiko penularan penyakit lain pun akan meningkat.

Kuman, virus, dan bakteri akan lebih mudah menular jika tangan dalam kondisi yang tidak bersih. Karenanya, Kementerian Kesehatan RI berdasar petunjuk dari Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar menjaga kebersihan tangan.

“Semakin banyak memegang atau terpapar sesuatu, semakin meningkatkan risiko terkena kuman penyakit,” jelas Kanya Fidzuno, pakar kesehatan anak Indonesia.

Karenanya, akan ada beragam penyakit yang dapat menular jika tidak rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir. Berikut adalah beberapa potensi penyakit yang dapat menular jika tidak cuci tangan.

Batuk

Penyakit ini lebih sering ditularkan melalui tangan yang tidak higienis. Kanya juga  memaparkan bahwa penyakit ini menular ketika virus batuk di tangan, kemudian tangan yang terinfeksi tadi menyentuh mulut atau makanan yang hendak dimakan.

Virus ini dapat menyebabkan radang tenggorokan ataupun infeksi saluran pernapasan atas.

“Penyakit ini paling banyak ditemukan di praktik klinik. Terutama pada anak-anak yang sering lupa mencuci tangan,” ujarnya, dikutip dari CNN.

Flu

Flu juga merupakan penyakit yang dapat menular melalui tangan. Gejala jika kita terinfeksi virus ini dapat menyebabkan pilek, hidung tersumbat, dan berbagai gangguan saluran pernapasan atas yang lain.

Diare

Diare adalah penyakit yang umumnya menular dari feses atau tinja. Virus, kuman, atau bakteri dari feses dapat membuat sistem pencernaan terganggu. Gejala infeksinya dapat berupa frekuensi buang air besar yang sering dan kondisi feses yang encer.

“Banyak sekali orang dari kamar mandi, lalu tidak mencuci tangan pakai sabun. Ini berisiko menyebabkan diare,” imbuhnya.

Mata Merah

Dr. Dianawati Koesoemowardani, Sp.M, Dokter Spesialis Mata RS Al Irsyad Surabaya berpendapat, bahwa penyebab mata merah berasal dari infeksi bakteri, virus, atau alergi dan iritasi.

Penyakit ini bisa ditularkan ataupun tidak ditularkan. Mata merah yang menular biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Sedangkan, mata merah karena iritasi tidak akan menular.

“Gejala konjungtivitis atau mata merah yang paling sering akibat bakteri dengan sekret (cairan) banyak berwarna kuning hingga hijau disertai mata merah. Kalau karena virus biasanya mata agak perih, berair, namun cairan tidak dominan,” imbuhnya.

Menjaga kebersihan dan kehigienisan tangan menjadi urgensi di tengah-tengah pandemi virus corona. Karenanya, imbauan mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir terus digalakkan oleh pemerintah bersama elemen kesehatan lain agar penularan penyakit-penyakit akibat tidak rajin mencuci tangan dapat dihentikan. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat