Ini Beragam Jenis Vaksin Pneumonia yang Direkomendasikan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Anak-anak termasuk usia rentan terserang berbagai penyakit, apalagi jika adanya gangguan yang disebabkan oleh bakteri, termasuk salah satunya adalah pneumonia. Untuk itu, sebelum menyebabkan penyakit yang lebih berat, langkah yang harus dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin.

Orang tua harus mengetahui vaksin apa yang akan diberikan dan kapan hal tersebut harus dilaksanakan. Apalagi selama masa pandemi saat ini, banyak orang yang berlomba mencari vaksin pneumonia agar tidak tertular dengan penyakit COVID-19.

Menurut Erlina Burhan, Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) mengungkapkan bahwa pneumonia yang terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit virus korona jenis baru ini adalah hal yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga vaksin untuk pneumonia tersebut pun juga belum ada.

Erlina, mengutip CNN, menjelaskan, bahwa ada tiga jenis vaksin pneumonia yang bisa dipakai dan direkomendasikan untuk mencegah pneumonia yang bukan merupakan COVID-19, antara lain:

Vaksin Pneumokokus

Vaksin Pneumokokus biasa disebut PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine). Vaksin PCV13 (merk dagang Prevnar) mampu memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri atau individu bakteri dari spesies Streptococcus pneumoniae.

Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan bakteri yang paling sering menimbulkan penyakit pneumokokus pada manusia. Selain itu, bila bakteri itu masuk ke dalam aliran darah maka dapat menyebabkan meningitis sedangkan jika menyerang paru-paru bisa mengakibatkan penyakit pneumonia.

Vaksin yang telah direkomendasikan ini, bisa melindungi manusia dalam jangka waktu 3 tahun dan biasnaya diberikan pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun.

Vaksin Pneumokokus PPSV23

Jika PCV13 ditujukan untuk bayi dan balita, maka untuk orang dewasa diberikan vaksin PPV23 (nama dagang Pneumovax 23). Vaksin pneumonia ini memberikan proteksi terhadap 23 strain bakteri pneumokokus.

Orang dewasa yang dimaksud adalah yang berusia 65 tahun ke atas atau 2-64 tahun dengan kondisi khusus, antara lain sudah lama menderita penyakit tertentu seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, kecanduan alkohol, atau sirosis; menderita penyakit yang mengurangi perlawanan tubuh terhadap infeksi seperti kanker kelenjar getah bening, gagal ginjal, kerusakan limpa; menjalani pengobatan seperti steroid dan terapi radiasi, hingga merokok atau menderita asma.  

Vaksin Hib

Di Indonesia, vaksin pneumonia akibat Hib masuk dalam program imunisasi untuk bayi. Hal ini karena bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib) adalah penyebab pneumonia dan meningitis utama.

Infeksi bakteri Hib 90 persen terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2017 menyarankan pemberian vaksin Hib pada anak secara bertahap mulai usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan booster diberikan antara usia 15 bulan hingga 18 bulan.

Dari penjelasan di atas mengenai tiga jenis vaksin pneumonia ini memiliki manfaat untuk mengurangi risiko kemungkinan terkena pneumonia, namun bukan untuk pneumonia yang berasal dari Wuhan, Cina. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat