Ini Bekal Pengetahuan Menyusui yang Perlu Ibu Tahu Sejak Masa Kehamilan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Menjadi ibu adalah pelajaran sepanjang hidup. Dalam hal menyusui sendiri, hal ini sebaiknya mulai banyak dipelajari ibu sejak masa kehamilan, terutama bekal informasi kapan ASI keluar.

Laktogenesis, sebagai proses persiapan pengeluaran ASI sebenarnya sudah dimulai sejak usia kandungan 16-22 minggu. Namun, ada hormon bernama progesteron yang menahan ASI untuk tidak keluar terlebih dahulu sebelum bayi lahir.

Setelah bayi lahir dan hormon progesteron turun, barulah ASI dapat keluar. Tepatnya, ASI baru keluar di fase laktogenesis kedua, yaitu kurang lebih 20-30 jam pasca persalinan.

Pada dasarnya, dipaparkan Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Nisa Fathoni, SpOG, IBCLC, ASI baru akan keluar ketika ada rangsangan hisapan bayi. Karenanya, ibu tak perlu panik dan sedih jika ASI tidak langsung keluar.

Ketika hamil dan menyusui, tubuh ibu pun otomatis akan menyesuaikan tahapan tersebut.

Dari sisi produksi, jumlah ASI yang keluar pada awalnya memang cenderung lebih sedikit, karena menyesuaikan kapasitas lambung bayi yang baru lahir yang dapat menerima cairan sebanyak 5-7 ml. Seiring bertambahnya usia dan kebutuhan anak, produksi ASI akan terus bertambah.

Begitu pula dengan frekuensi pemberian ASI. Pada bayi usia 0-6 bulan, sebaiknya berikan ASI sesuaikan dengan siklus dan kapanpun bayi membutuhkan. Biasanya, 8-12 kali dalam sehari.

Sementara bayi setelah berusia 6 bulan sudah disarankan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). ASI akan diberikan di sela-sela pemberian MPASI.

Presentase perbandingan pemberian ASI dan MPASI untuk anak usia 6 diatas yakni 70 persen dan 30 persen. Sedangkan untuk anak usia 1 tahun ke atas, antara ASI dan MPASI sekitar 30 persen dan 70 persen.

Informasi yang perlu juga ibu tahu mengenai menyusui yakni perbedaan foremilk dan hindmilk. Foremilk ialah ASI yang keluar di awal sesi menyusui, kaya akan laktosa, rendah lemak, dan memiliki konsistensi yang cair.

Sedangkan hindmilk yakni ASI yang keluar di saat sesi menyusui akan berakhir, mengandung lebih banyak kalori, dan lebih kental. Meski sedikit berbeda, keduanya memiliki peran yang sama pentingnya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Namun, ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk dapat mengganggu pencernaan dan pertumbuhannya. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter anak dan konselor ASI bila mengalami masalah ketidakseimbangan ini.

Di sisi lain, ada mitos yang masih ada seputar menyusui yakni ibu dengan flat nipple tidak dapat menyusui. Pernyataan ini dapat dipatahkan dengan menggunakan metode AMUBIDA yang merupakan akronim dari “Aryola sebagian besar masuk dan bagian atas lebih terlihat dari bagian bawah, Mulut bayi terbuka lebar, Bibir terpuntir keluar dan Dagu bawah menempel ke payudara ibu”.

Menyusui secara langsung memiliki banyak manfaat salah satunya membangun bonding antara ibu dan anak. Namun, ada beberapa situasi yang mengharuskan Ibu memompa ASI demi membantu menjaga kelancaran proses menyusui.

Karenanya, dari sisi alat untuk menunjang menyusui, ibu bisa memanfaatkan alat pumping untuk pemberian ASI yang maksimal. Gunakan pula bra menyusui yang nyaman dan berkualitas.

Bra khusus menyusui memang terlihat hampir sama dengan bra pada umumnya. Namun, bra menyusui dapat memberikan kenyamanan dan dukungan bagi payudara yang semakin besar dan sensitif selama menyusui.

Selama menyusui, ibu juga perlu tahu pentingnya konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang untuk hasil ASI yang maksimal. Ibu harus mencukupi gizi dan nutrisi selama kehamilan dan menyusui.

Ibu tetap makan 3 kali sehari yang sesuai dengan panduan piring makan dan ditambah dengan 2 kali makanan selingan yang banyak mengandung protein. Tak lupa minum air sebanyak 2,5-3 liter setiap harinya.

Bila kesulitan mendapatkan asupan vitamin dari makanan, ibu dapat mengkonsumsi vitamin tambahan atau suplemen. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat