Ini Bahaya Penggunaan Lensa Kontak Kosmetik

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Lensa kontak kosmetik, sesuai namanya, memang hanya digunakan untuk mengubah tampilan mata, bukan untuk mengoreksi penglihatan. Oleh karena itu, perlu diketahui bahaya yang mengintai para penggunaannya.

Selain fungsinya yang bisa mengubah tampilan mata secara dramatis dalam waktu singkat, baik dari segi warna maupun menimbulkan kesan mata yang lebih besar, pemakaian lensa kontak kosmetik ini ternyata menyimpan risiko dan bahaya yang dapat mengancam penglihatan pemakainya. 

Sehingga, menurut dr. Dianawati Koesoemowardani, Sp.M, Dokter Spesialis Mata di RS Al-Irsyad Surabaya, hal ini harus dicermati oleh semua pemakai atau calon pemakainya. Harus disadari bahwa ukuran lensa kontak yang dibeli bebas belum pasti cocok untuk semua orang. 

Oleh karena itu, penggunaan lensa kontak yang ukurannya tidak sesuai dapat menimbulkan risiko, di antaranya dapat menyebabkan infeksi pada selaput bening (konjungtiva) dan goresan pada kornea, yang akan menimbulkan keluhan mata merah, nyeri, berair, dan silau.

Selain itu, infeksi juga dapat dialami pada kornea, dari derajat ringan yang bisa sembuh tanpa bekas, hingga infeksi berat yang dapat berakibat pada hilangnya penglihatan, maupun rusaknya integritas bola mata.

“Penggunaan lensa kontak ini, dalam jangka panjang juga dapat mengakibatkan gangguan stabilitas lapisan air mata dan gangguan pada permukaan bola mata yang berakibat pada sindroma mata kering”, ungkap dr. Diana.

Perlu Konsultasi dengan Dokter

Masalah utama yang terjadi pada penggunaan lensa kontak sebenarnya bukan pada lensa kontaknya, namun lebih pada cara penggunaan yang salah, yaitu tidak berkonsultasi dengan dokter spesialis Mata terlebih dahulu dan perawatan lensa kontak yang salah.

Food and Drug Administration (FDA) mengonfirmasi bahwa lensa kontak kosmetik ini bukanlah lensa one-size-fits-all, sehingga memerlukan peresepan dari dokter spesialis Mata. Peresepan yang benar harus meliputi jenis dan parameter pengukuran dari hasil pengukuran lensa kontak.

Namun, untuk penggunaan lensa kontak ‘circle’ atau ‘anime’, yang memberikan tampilan mata lebih lebar, atau biasa disebut ‘doll-like look’ ini sendiri tidak disetujui oleh FDA, sehingga penggunaannya pun harus dihindari.

Tips Perawatan Lensa Kontak

Adapun jika Dokter Spesialis Mata menyetujui penggunaan lensa kontak kosmetik karena suatu alasan yang kuat, maka berikut beberapa tips perawatan lensa kontak yang benar:

  1. Mencuci tangan dengan benar sebelum melepas, memasang, dan membersihkan lensa kontak.
  2. Mencuci lensa kontak dengan langkah-langkah yang benar, yaitu mengggosok lensa kontak untuk membersihkan protein dan bakteri yang menempel di lensa, mencuci dengan cairan yang sesuai, jangan menggunakan air keran karena dapat mengandung parasit yang bisa menimbulkan infeksi serius pada kornea mata.
  3. Jangan mengggunakan lensa kontak selama tidur (overnight wear), karena hal ini akan meningkatkan risiko infeksi secara signifikan. Berilah mata waktu istirahat yang cukup untuk bebas dari lensa kontak setiap harinya. Waktu yang baik untuk menggunakan lensa kontak adalah maksimal 8 jam per hari.
  4. Mengganti lensa kontak dengan yang baru sebelum habis masa kedaluwarsanya.
  5. Memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Mata secara berkala.

Menimbang kemungkinan risiko yang berbahaya pada penggunaan lensa kontak kosmetik, maka penggunaan lensa kontak untuk tujuan kosmetik ini sebaiknya dihindari, “Karena apabila terjadi komplikasi yang serius, yaitu infeksi berat pada kornea, yang bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, atau parasit, maka dapat berakibat fatal pada hilangnya penglihatan”, tegas dr. Diana. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat