Ini Bahaya Minuman Berpemanis dan Berkarbonasi Bagi Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Produk minuman berpemanis dan berkarbonasi memang menyegarkan. Ini lantaran mengandung gula berlebih atau pemanis buatan seperti sirup jagung dengan fruktosa, sukrosa, konsentrat buah, minuman ini tentu akan membahayakan kesehatan bila dikonsumsi berlebihan. 

Yang termasuk ke dalam kategori minuman berpemanis adalah minuman bersoda, cola, punch buah, limun, dan lain sebagainya. Selain itu, minuman berenergi dan minuman yang diperuntukkan bagi atlet ternyata juga memiliki kandungan gula yang tinggi. Sehingga meskipun menyegarkan, namun juga berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Rata-rata minuman berpemanis dalam satu kaleng bisa mengandung tujuh hingga sepuluh sendok teh gula. Bila satu sendok teh gula beratnya 4,2 gram, maka bisa diketahui berapa gram kandungan gula yang ada dalam satu kaleng minuman tersebut.

Penelitian dari Harvard School of Public Health menunjukkan beberapa efek membahayakan dari mengonsumsi minuman kemasan yang mengandung gula atau pemanis buatan tersebut. Berikut ini beberapa efek yang perlu diwaspadai agar tidak membahayakan kesehatan tubuh, dilansir dari CNNIndonesia:

Obesitas

Setelah mengonsumsi minuman berpemanis, seseorang biasanya tidak mengubah pola makan makanan padat, yang mengakibatkan kelebihan asupan kalori harian yang dihasilkan dari gula di dalam minuman dari pada yang diperlukan oleh tubuh, sehingga mengakibatkan kegemukan.

Jumlah kalori akan bertambah jika mengonsumsi soda, karena sekaleng soda memiliki kandungan 140 kalori. Jumlah tersebut setara dengan satu porsi nasi putih ukuran 105 gram. Belum lagi kandungan gula yang tinggi pada soda yang dapat menyebabkan haus tak kunjung hilang.

Studi menunjukkan, orang yang minum soda terlalu sering dapat menambah jumlah kalori sebanyak 17 persen. Jika kalori bertambah otomatis berat tubuh juga semakin bertambah.

Diabetes
seseorang yang mengonsumsi minuman berpemanis secara berlebihan maka memiliki risiko 26 persen lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang jarang mengonsumsinya.

Ketika minum soda yang mengandung gula tinggi, pankreas harus menghasilkan lebih banyak insulin untuk menghilangkan glukosa dari aliran darah, sehingga kadar insulin darah meningkat. Kondisi ini disebut dengan resistansi insulin yang merupakan penyebab utama di balik sindrom metabolik menuju diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Penyakit Jantung

Orang yang sering mengonsumsi minuman dengan kandungan gula yang tinggi maka akan berisiko mengalami penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh efek buruk dari tingginya muatan glikemik dari minuman berpemanis terhadap kadar gula dalam darah.

Menurunnya Kesehatan Tulang dan Penyakit Persendian

Minuman berkarbonasi memiliki kadar fosfat yang tinggi, bila dikonsumsi secara berlebihan bahkan lebih banyak dari kadar kalsium maka akan memiliki efek yang dapat merusak kesehatan tulang.

Kematian Dini

Menurut sebuah penelitian besar jangka panjang terhadap 37.716 pria dan 80.647 wanita di Amerika Serikat, semakin banyak minuman manis yang dikonsumsi orang, maka semakin besar risiko kematian dini yang terjadi, apalagi terutama dari penyakit kardiovaskular.

Sehingga, agar terhindar dari efek bebahaya di atas maka sebaiknya setiap orang tidak mengonsumsi minuman berpemanis ataupun berkarbornasi secara berlebihan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat