Ini Bahaya Merokok Sebelum Tidur

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Sebagian orang kerap melakukan kegiatan merokok sebelum akhirnya beranjak untuk tidur. Akan tetapi, kebiasaan tersebut ternyata menimbulkan beragam bahaya bagi kesehatan tubuh.

Ketika akan tidur, seseorang membutuhkan suasana tubuh dan pikiran yang rileks dan tenang. Bila pikiran tak bisa rileks, maka tidur pun akan sulit. Efek rokok yang menenangkan itulah yang terkadang menjadi solusi di tengah sulitnya tidur.

Mengutip dari CNNIndonesia, sebatang rokok dapat menimbulkan rasa nyaman dan santai sehingga dapat membantu seseorang yang kesulitan untuk tidur dapat lebih cepat terlelap. Anggapan banyak orang tersebut sama sekali tidak benar. Melainkan, justru akan menimbulkan bahaya bila merokok sebelum tidur.

Berikut ini beberapa bahaya merokok sebelum tidur yang perlu masyarakat ketahui:

Merusak Jam Sirkadian

Merokok justru dapat merusak ritme tubuh atau yang biasa disebut jam sirkadian. Hal tersebut karena nikotin dalam rokok menjadi stimulan yang membuat tubuh untuk selalu waspada, bukan malah menjadi rileks.

Jam sirkadian meliputi siklus atau perubahan tubuh baik secara fisik, mental, dan perilaku selama 24 jam. Jam sirkadian dapat menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh lain.

Sesuai dengan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2013 lalu menemukan bahwa merokok dapat mengubah jam sirkadian yang membuat seseorang sulit untuk tidur.

Sleep Apnea

Selain itu, bahaya merokok adalah dapat menimbulkan iritasi dan pembengkakan pada jaringan hidung dan tenggorokan. Tak heran jika aliran udara menjadi terganggu saat tidur. Hal itu mengarah pada sleep apnea.

Sleep apnea merupakan kondisi penyumbatan jaringan dan saluran udara hidung. Seseorang dengan sleep apnea akan berhenti bernapas sejenak saat tidur. Sehingga dapat membuat siklus tidur seseorang terganggu. 

Sering Terbangun dan Lelah Saat Bangun Tidur

Merokok sebelum tidur akan membuat seseorang sering terbangun. Dampaknya, tubuh merasa lelah saat bangun tidur.

Pada tahun 2008 lalu, sejumlah peneliti dari John Hopkins University mempelajari pola tidur para perokok dan non perokok. Hasilnya, sebanyak 22,5 persen perokok merasa gelisah dan sering terbangun saat tidur. Angka ini lebih banyak dari mereka non perokok yang hanya sekitar 5 persen.

Insomnia

Tak hanya itu, National Sleep Foundation menyebut, insomnia dapat disebabkan oleh kondisi psikis, fisik, dan gaya hidup seseorang. Dan parrahnya, mereka yang merokok akan lebih cenderung mengalami insomnia.

Oleh sebab itu, untuk mengindari bahaya tersebut maka alangkah baiknya bila seseorang tak merokok sebelum tidur agar siklus tidur tidak terganggu. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat