Ini Bahaya Mendengkur bagi Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sejatinya, mendengkur merupakan hal yang wajar. Namun bila telah menjadi kebiasaan, inilah yang kemudian perlu diwaspadai apakah ada bahaya kesehatan yang mengintai.

Mendengkur dialami hampir semua orang terutama jika tidur dalam kondisi yang terlalu letih. Namun mendengkur menjadi tidak normal jika dialami setiap tidur dan pertanda bahaya yang harus diwaspadai.

Gejala yang Berisiko Kanker

Obstructive sleep apnea (OSA) sering ditandai dengan tidur mendengkur. Riset terbaru mengaitkan kondisi ini dengan risiko kanker pada perempuan.

Riset para ilmuwan di Yunani yang melibatkan data 19 ribu orang ini mengungkap bahwa kanker lebih banyak ditemukan pada perempuan dengan sleep apnea. Tren serupa tidak teramati pada laki-laki.

“Kaitan ini khususnya kuat pada perempuan yang kami analisis, dan tidak terlalu kuat pada laki-laki,” kata Dr Athanasia Pataka yang terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari Dailymail.

Disebutkan, sleep apnea merupakan kondisi menyempitnya saluran napas saat tidur. Tak jarang, kondisi ini menyebabkan henti napas tanpa disadari dan bisa terjadi berulang kali selama tidur.

Melansir dari Kompas, para peneliti Spanyol mengikuti 5.200 pasien klinik gangguan tidur selama 7 tahun dan mendapati bahwa penderita sleep apnea yang parah punya risiko 65% lebih besar untuk terkena kanker.

Sementara di Wisconsin, Amerika, peneliti mengikuti 1.500 pegawai negeri, dan mendapatkan bahwa mereka yang mengalami gangguan nafas parah selama tidur mempunyai risiko kematian akibat kanker lima kali lipat dibanding mereka yang normal. Kedua kelompok penelitian ini tidak berfokus pada jenis kanker tertentu.

Meningkatkan Depresi dan Memperparah Mimpi Buruk

Sebuah studi baru-baru ini di University of Maryland Medical Center, mengutip dari CNN, menemukan bahwa masalah pernafasaan saat tidur atau apnea dapat meningkatkan depresi dan memperparah mimpi buruk serta stres pasca trauma.

Biasanya penderita apnea sering merasa ngantuk di siang hari, sehingga dapat meningkatkan resiko kecelakaan mobil pula.

“Ketika masalah mendengkur sudah mempengaruhi kehidupan sehari-hari, segera temui dokter,” papar Dr. Thomas Lorusso, direktur Northern Virginia Sleep Diagnostic Centers, melansir Detik.

Oleh karenanya Lorusso menekankan agar setiap orang memperhatikan pasangannya tatkala tidur, terutama jika kerap mendengkur.

“Pasangan seranjang sebaiknya memperhatikan pasangannya ketika ia sering berhenti bernafas atau mendengkur dengan sangat keras,” tambah Lorusso. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat