Ini Bahaya Bernapas Lewat Mulut Ketika Tidur

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Seringkali sebagian orang bernapas melalui mulut ketika tertidur. Padahal banyak bahaya yang mengintai bila kebiasaan bernapas lewat mulut tetap diterapkan.

Dr. Syarwani, salah satu dokter yang berpraktik di Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya, mengungkapkan bernapas sewajarnya memang harus melalui hidung. Menurutnya, tubuh memiliki mekanisme untuk mengolah udara yang masuk melalui hidung. Ketika bernapas lewat hidung, udara yang masuk akan disaring, disesuaikan suhunya, baru ke paru-paru.

Hanya saja, karena beberapa kondisi, bernapas juga bisa dilakukan lewat mulut. Misalnya karena kondisi penyakit tertentu misalnya polip, sinus, dan lainnya. Tetapi jika tidak ada gangguan pernapasan tersebut, sebaiknya bernapas menggunakan hidung.

“Sebenarnya secara alami, kita pasti bernafas lewat hidung, kecuali ada gangguan pada hidung. Sehingga bernafas lewat mulut hanya kompensasi karena gangguan di hidung itu, ” ujarnya.

Dr. Syarwani juga menambahkan bahwa bernafas lewat mulut sangat tidak efektif dan menyebabkan kelelahan pada otot pernafasan. Ketidakefektifan bernafas ini bisa menyebabkan suplay oksigen ke otak berkurang, sehingga mengganggu kinerja otak.

“Misalnya kasus amandel dan adenoid pada anak-anak, karena terganggu jalan nafas lewat hidungnya, sering prestasi sekolahnya menurun karena suplai oksigen ke otak terganggu, ” imbuhnya.

Berikut ini beberapa penyakit yang mengintai jika kebiasaan bernapas lewat mulut.

Bronkitis
Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada bronkus atau saluran utama pernapasan. Orang yang terkena penyakit bronkitis akan mengalami gejala seperti, batuk terus-menerus dan disertai nyeri dada, sakit tenggorokan, penurunan kesadaran, mual, muntah dan diare.

Penyebab utamanya adalah infeksi virus tetapi hal yang terkadang membuat orang rentan terkena bronkitis salah satunya paparan zat-zat berbahaya seperti debu atau kotoran di udara.

Sesak Napas

Sesak napas adalah kondisi peradangan dalam bronkus yang mengakibatkan membengkak, menyempit dan memproduksi lendir berlebih sehingga napas menjadi sesak. Udara kotor yang penuh polutan bisa memicu sesak napas.

Infeksi Saluran Napas

Udara yang masuk ke mulut tidak akan tersaring seperti jika bernapas lewat hidung. Mau tak mau ada sederet kuman atau virus yang bebas masuk ke tubuh termasuk virus penyebab infeksi saluran pernapasan. 

Infeksi saluran pernapasan ada dua yakni bagian atas yang mempengaruhi hidung, sinus dan tenggorokan. Sedangkan bawah meliputi saluran udara dan paru-paru. 

Infeksi saluran pernapasan bisa ditandai dengan gejala radang tenggorokan, batuk kering, demam ringan, mata berair, suara serak, hidung tersumbat dan pilek. 

untuk itu, dr. Syarwani menyarankan untuk tidak terlalu sering bernafas menggunakan mulut karena memiliki bahaya tertentu. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat