Ini Bahaya Bernapas Lewat Mulut Ketika Tidur

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Seringkali sebagian orang bernapas melalui mulut ketika tertidur. Padahal banyak bahaya yang mengintai bila kebiasaan bernapas lewat mulut tetap diterapkan.

Bernapas sewajarnya memang harus melalui hidung. Dilansir dari CNNIndonesia, Profesor Faisal Yunus, pengajar Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI mengatakan bahwa tubuh memiliki mekanisme untuk mengolah udara yang masuk melalui hidung. Ketika bernapas lewat hidung, udara yang masuk akan disaring, disesuaikan suhunya, baru ke paru-paru.

Hanya saja, karena beberapa kondisi, bernapas juga bisa dilakukan lewat mulut. Misalnya karena kondisi penyakit tertentu misalnya polip, sinus, dan lainnya. Tetapi jika tidak ada gangguan pernapasan tersebut, sebaiknya bernapas menggunakan hidung.

Berikut ini beberapa penyakit yang mengintai jika kebiasaan bernapas lewat mulut.

Bronkitis
Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada bronkus atau saluran utama pernapasan. Orang yang terkena penyakit bronkitis akan mengalami gejala seperti, batuk terus-menerus dan disertai nyeri dada, sakit tenggorokan, penurunan kesadaran, mual, muntah dan diare.

Penyebab utamanya adalah infeksi virus tetapi hal yang terkadang membuat orang rentan terkena bronkitis salah satunya paparan zat-zat berbahaya seperti debu atau kotoran di udara.

Sesak Napas

Sesak napas adalah kondisi peradangan dalam bronkus yang mengakibatkan membengkak, menyempit dan memproduksi lendir berlebih sehingga napas menjadi sesak. Udara kotor yang penuh polutan bisa memicu sesak napas.

Infeksi Saluran Napas

Udara yang masuk ke mulut tidak akan tersaring seperti jika bernapas lewat hidung. Mau tak mau ada sederet kuman atau virus yang bebas masuk ke tubuh termasuk virus penyebab infeksi saluran pernapasan. 

Infeksi saluran pernapasan ada dua yakni bagian atas yang mempengaruhi hidung, sinus dan tenggorokan. Sedangkan bawah meliputi saluran udara dan paru-paru. 

Infeksi saluran pernapasan bisa ditandai dengan gejala radang tenggorokan, batuk kering, demam ringan, mata berair, suara serak, hidung tersumbat dan pilek. 

TBC

Selain infeksi saluran pernapasan, risiko penyakit lain yang masuk ketika terbiasa bernapas lewat mulut ialah tuberculosis alias TBC. Bakteri Mycobacterium tuberculosis masuk dan menyerang jaringan tubuh. Saat bakteri sudah melalui masa inkubasi, gejala kemudian terlihat seperti, batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, batuk darah, demam, sesak napas, meriang, penurunan berat badan, kehilangan napsu makan dan tubuh lemah

TBC sendiri merupakan penyakit yang menyerang paru-paru tetapi bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung dan organ lain. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat