Ini Alasan Mengapa Tubuh Lemas Saat Puasa

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sebagian orang akan merasa lemas ketika menjalani puasa. Banyak faktor yang membuat tubuh menjadi lemas. Sebagian terjadi karena gaya hidup yang kurang sehat sebelum puasa berlanjut saat bulan puasa. Selain itu, juga ada beberapa alasan yang membuat tubuh lemas saat berpuasa. Mari kita simak ulasan di bawah ini.

Lemas, letih, dan lesu kondisi yang acapkali dialami orang yang berpuasa. Hal ini bisa dikatakan wajar karena, lambung dalam keadaan kosong selama 13-14 jam dan gula darah mengalami penurunan. Namun, melansir dari jawapos, dikatakan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMBM, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), keluhan lemas ini disebabkan beberapa faktor dan bisa diperbaiki.

“Puasa itu membuat keteraturan. Pola makan menjadi lebih teratur, dan jika lemas itu terjadi karena beberapa faktor,” pungkasnya.

Kemudian, dikatakan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, Samuel Oetoro dalam republika, lemas yang terjadi biasanya karena pada saat sahur mereka minum teh manis. Memang, hal ini dapat membuat kuat tapi hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Menjelang siang tubuh akan kembali lemas.

“Sebab gula itu menaikkan kadar gula darah kita melonjak dalam waktu setengah jam. Tapi, dalam waktu satu jam dia drop. Waktu inilah membuat Anda lemas, lapar. Makanya ketika bulan Ramadan menjelang imsak, disarankan makan karbohidrat kompleks, tinggi serat. Buah di blender, bukan di jus,” papar Samuel.

Kembali diungkapkan oleh dokter Ari, umumnya ada tiga faktor yang menyebabkan tubuh lemas saat puasa. Faktor yang pertama adalah psikis. Puasa bisa membuat orang begitu lemasnya ketika ia memiliki begitu banyak masalah psikologi. Pikiran yang stress dapat turut membuat tubuh lemas.

“Misalnya memikirkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum keluar atau bonus yang tak cari, dan masalah stress lainnya,” tuturnya.

Lalu, faktor kedua yang dapat menyebabkan orang lemas saat berpuasa yakni, kurangnya kebutuhan cairan dalam tubuh. Kekurangan cairan tubuh dapat berujung pada kekurangan elektrolit dalam tubuh. Selama Ramadan, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi dengan meminum air sebanyak 8 hingga 10 gelas per hari.

“Frekuensinya yaitu 1 gelas saat berbuka, 3 buah kurma dan 1 kue, lalu 1 gelas lagi. Sebelum salat Tarawih minum lagi 1 gelas. Usai salat Tarawih kembali minum 1 gelas. Sebelum tidur 2 gelas, sebelum sahur 1 gelas, setelah sahur 2 gelas,” ungkap Dekan FK-UI tersebut.

Kemudian, faktor ketiga ada pada aktivitas yang dilakukan dalam taraf berlebihan. Aktivitas yang besar tentu membutuhkan sumber energi yang besar pula. Jika saat puasa, lebih baik mengurangi frekuensi aktivitas-aktivitas berat tersebut.

“Kalau terlalu berat di saat tubuh kurang cairan dan kinerja berat membuat kerja jantung menjadi lebih cepat dan berat. Akhirnya terasa lemas,” jelasnya.

Di sisi lain, puasa memang memiliki segudang manfaat kesehatan. Sebelum itu, kita harus benar-benar perhatikan dulu gaya hidup selama berpuasa agar tak lemas. Untuk berkonsultasi bagaimana gaya hidup yang baik saat puasa, RS Al-Irsyad Surabaya memiliki ahli-ahli gizi yang berkompeten yang siap membantu Anda memperbaiki gaya hidup selama berpuasa.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat