Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Kencing sambil Duduk

RS-alirsyadsurabaya.co.id-Kencing sambil berdiri bagi pria sudah menjadi suatu kebiasaan umum. Namun tahukah Anda, ternyata dari sisi kesehatan, kencing sambil berdiri tidak dianjurkan.

Dalam Islam pun, Rasulullah lebih menyukai umatnya untuk kencing sambil duduk, tujuannya, agar najis tidak menyebar dan terpercik kemana-mana.

Aisyah radhiyallahu’anha berkata, “Siapa saja yang mengabarkan kepada kalian bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kencing dengan berdiri, maka jangan percaya.” (HR. Ahmad dan Ahlus Sunan).

Menanggapi hadits tersebut, ustadz Ahmad Anshori, Lc dalam laman konsultasisyariah mengatakan bahwa perkataan Aisyah tersebut dipahami bahwa yang sering dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika kencing adalah dengan posisi duduk.

Sehingga, yang lebih utama adalah kencing dilakukan dengan cara duduk. Di samping posisi ini lebih aman dari tersebarnya najis, juga lebih memudahkan menutupi aurat.

Kencing sambil Berdiri Pengaruhi Kesehatan Prostat

Di sisi kesehatan kencing sambil berdiri dapat menimbulkan beberapa risiko, antara lain tidak tuntasnya air seni yang ada di dalam kandung kemih. Sebagaimana yang dilansir dari HelloSehat.com, para peneliti dari Leiden University Medical Center di Belanda telah melakukan riset terkait kencing duduk. Riset ini dilakukan dengan mengumpulkan 14 penelitian yang berhubungan dengan hal ini dan berhasil membuat kesimpulan. Kencing duduk memang bisa menuntaskan kencing sehingga tidak tersisa lagi. Sedangkan untuk kencing sambil berdiri para peneliti menambahkan, hal tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan prostat pria.

Sebaliknya jika seorang pria kencing dengan jongkok, maka seseorang akan ada dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri serta kanan yang merenggangkan himpitan buah zakar. Hal ini mempermudah air kencing mudah mengalir habis serta mempermudah untuk menekan pangkal buah zakar. Jadi dengan cara tersebut akan membuat kencing keluar sampai habis.

Oleh karenanya selain untuk kebaikan kesehatan, kencing sambil duduk juga membuat lingkungan toilet menjadi lebih higienis. Sebagaimana Swedia yang pernah menerapkan aturan kencing sambil duduk.

Kencing sambil Duduk Lebih Higienis

Pada tahun 2012, Viggo Hansen, seorang politikus di Swedia mengajukan sebuah peraturan yang menghebohkan dunia. Dia mengatakan bahwa laki-laki seharusnya buang air kecil sambil duduk, bukannya berdiri ketika berada di toilet. Menurutnya, buang air kecil dengan duduk lebih higenis. Pasalnya, cara buang air kecil ini bisa mengurangi genangan atau cipratan pada area toilet.

Berbagai jenis virus dan bakteri penyebab penyakit menular memang bisa ditularkan lewat cairan sisa manusia, salah satunya urine. Karena itu, menjaga area toilet tetap bersih sangat penting guna mencegah penyakit.

Di tahun yang sama (2012), Stephen Shen, seorang menteri Environmental Protection Administration (EPA) pun mendukung kebijakan Hansen tersebut. Shen mendorong agar laki-laki buang air kecil dengan duduk karena akan membuat lingkungan lebih bersih.

Kemudian dilansir dari Times of India, bahwa secara medis, kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita. Sedangkan kencing sambil duduk bisa membuat kandung kemih sepenuhnya kosong. Sehingga selain risiko infeksi saluran kemih lebih rendah, kesehatan genital juga lebih terjaga dengan kencing sambil duduk. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat