Ini Alasan Dibalik Kurusnya Para Pasien Kanker

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Karena tubuh yang melemah, biasanya pasien yang terkena kanker juga akan mengalami penyusutan fisik. Menjadi lemah dan kurus. Dalam istilah kedokteran, ini biasa dikenal malnutrisi kompleks.

Dalam masa pengobatannya, seringkali kita temukan para penderita kanker mengalami perubahan berat badan, pengurangan massa otot, dan kelelahan ekstrem. Dalam situs Cancer Care tertulis bahwa untuk melawan kanker, tubuh memproduksi senyawa sitokin.

Sitokin menyebabkan penurunan berat badan, otot dan nafsu makan. Selain itu, pengobatan dengan radiasi dan kemoterapi juga kerap menurunkan nafsu makan. Sayangnya, ada efek samping seperti mual, muntah, sariawan yang kerap menjadi alasan turunnya nafsu makan.

Di sisi lain, Dr. dr. Noorwati, Sp.PD., KHOM, dokter dari Perhimpunan Onkologi Indonesia mengungkap bahwa kaheksi ataupun malnutrisi kompleks disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker, yang mana sel tersebut dapat menyerap energi pasien.

“Sel kanker membuat karbohidrat atau zat gula penderitanya terkuras. Mereka juga mengeluarkan zat yang membuat lemak meleleh, otot meleleh. Akibatnya, berat badan sebagian besar penderita kanker turun drastis,” tuturnya seperti dikutip dalam detik.

Kemudian, ia pun menceritakan pengalamannya dalam menangani seorang pasien. “Ada satu kasus pasien kanker laki-laki, usia 59 tahun. Ia berprofesi sebagai satpam dan sebelumnya suka aktif main badminton tiga hari sekali. Dalam waktu lima bulan ia sakit dan mengeluh tak nafsu makan hingga turun berat badan secara drastis sampai berkurang 22 persen. Setelah diperiksa, ia mengidap kanker paru-paru, otot betisnya sudah kecil dan kekuatan ototnya menurun,” kisahnya.

Malnutrisi terjadi karena adanya nutrisi yang tidak tercukupi. Kadang, malnutrisi juga menyerang pada penderita kanker yang sedang menjalani terapi radiasi ataupun kemoterapi. Penurunan berat badan ini dapat ditandai dengan kehilangan nafsu makan. Pasien juga dapat mengalami mual dan muntah.

Pada tahap yang terparah, penurunan berat badan drastis terjadi, dan inilah yang disebut kaheksia. Awalnya, lemak akan hilang dari tubuh pasien, kemudian baru otot dan akhirnya tulang akan terlihat jelas pada tubuh mereka.

Lalu, hal pertama yang harus dilakukan ketika pasien mengalami hal ini adalah membuat pasien agar tetap makan. Gizi pasien harus benar-benar terpenuhi. Jika diabaikan, tentunya hal ini akan membuat pasien makin lemah, memicu komplikasi, hingga menurunnya respon tubuh penderita pada pengobatan yang dijalani.

“Baik keluarga maupun dokter yang menangani harus mendukung pasien kanker karena mereka mutlak perlu nutrisi yang baik. Mereka boleh makan apa saja untuk memenuhi kebutuhan yang lebih banyak” tutupnya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat