Ikuti Cara Nabi Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Bersiwak saat Ramadan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Bulan Ramadan menjadi bulannya umat Islam dimudahkan untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala. Hal kecil sekalipun seperti bersiwak yang diajarkan Nabi dapat memberi pahala yang berlimpah. Dengan bersiwak ternyata juga dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Siwak merupakan pembersih gigi yang umum digunakan di negara Timur Tengah yang mayoritas penduduknya muslim. Kebiasaan bersiwak juga menjadi salah satu kebiasaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Siwak berasal dari pohon ara atau dalam nama latin dikenal salvadora persica. Tanaman ini banyak ditemukan di Timur Tengah, termasuk Makkah dan Madinah. Tak heran, siwak juga sering menjadi oleh-oleh para jemaah haji atau umrah.

Membersihkan gigi dengan siwak dilakukan sama seperti menyikat dengan sikat gigi. Ujung batang kayu siwak yang berbentuk serabut ini digosokkan di gigi. Orang-orang tidak perlu khawatir penggunaan siwak yang disinyalir dapat merusak gigi.

“Siwak itu seratnya halus, tidak abrasif atau mengikis. Sebenarnya sifat ini ada dalam siwak, karenanya penggunannya disesuaikan,” kata Nada Ismah, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia dikutip dari Kompas.

Penggunaan kayu siwak juga direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pembersih gigi alami dan mulut. Dikatakan oleh Nada, siwak memiliki antiseptik alami yang bermanfaat membunuh mikroorganisme mulut, melindungi gusi dari penyakit, dan mencegah gigi berlubang.

“Di dalam siwak terdapat 19 zat alami seperti, fluor, sulfur, antiseptik, astringent, dan klorin,” ujarnya. Disamping mengandung 19 zat alami, siwak juga mengandung aromatik alami yang dapat meningkatkan produksi air liur.

Zat-zat tersebut memiliki fungsi memperkuat email gigi, memutihkan gigi, mencegah pertumbuhan bakteri gigi dan gusi, membantu pemulihan luka pada gusi atau mulut, dan mendorong produksi air liur di mulut.

“Saat bulan puasa, tidak ada aktivitas mengunyah selama 12 jam hingga produksi air liur berkurang. Karenanya, siwak baik digunakan ketika berpuasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu ceramahnya mengatakan bahwa menggosok gigi saat puasa dianjurkan dilakukan hingga sebelum zuhur. Dan menggosoknya pun dianjurkan menggunakan siwak.

“Hukum gosok gigi dianjurkan menggunakan siwak sebelum zawal, waktu tergelincir matahari atau adzan zuhur,” tuturnya.

Kemudian, jika menggosok gigi setelah zuhur, ia pun menjelaskan bahwa sebagian ulama fikih menghukuminya makruh. Karena, para ahli fikih tersebut berpatokan pada hadis riwayat Bukhari yang berbunyi, “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari pada bau minyak misik.”

“Tapi jangan dipahami makin busuk makin harum. Akhirnya, dia tidak gosok gigi selama seminggu,” celetuknya sembari bercanda.  (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat