Ibu Hamil Rentan Terpapar COVID-19, Begini Penjelasannya

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Meski jumlah pasien COVID-19 semakin berkurang, namun masyarakat tetap diminta untuk waspada, terutama bagi mereka yang rentan terhadap virus corona, misalnya para lanjut usia (lansia). Lantas, apakah ibu hamil juga termasuk dalam kategori rentan terpapar COVID-19?

Kondisi saat ini tentu mendorong setiap orang untuk terus menjaga kesehatan, sebagai bentuk pencegahan penularan virus COVID-19. Meningkatkan imunitas tubuh menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

Meski data yang tersedia masih terbatas, dengan adanya perubahan pada tubuh dan sistem imunitas ibu hamil, mereka dapat mengalami dampak yang cukup parah disebabkan oleh penyakit infeksi saluran pernapasan. Akan tetapi, masih belum ada bukti yang menyatakan bahwa ibu hamil lebih berisiko parah terhadap COVID-19 dibandingkan dengan manusia normal.

Bila Ibu Hamil Positif COVID-19, Bagaimana dengan Janinnya?

Ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan yang terjangkit COVID-19 harus menjalani perawatan kesehatan rutin sesuai aturan yang berlaku. Kepala BKBBN Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penelitian masih dilakukan mengenai hubungan antara ibu hamil positif COVID-19 dan janin yang dikandungnya.

“Ini hal baru, belum ada penelitian yang kuat yang menunjukkan seperti itu,” ujarnya dilansir dari liputan6.com.

Dalam beberapa laporan kasus, lanjutnya, sudah dilakukan analisis. Misalnya analisis kasus di Cina yang meneliti beberapa ibu yang melahirkan secara caesar. Peneliti mengecek kandungan air ketuban serta cairan di tali pusat ternyata hasilnya negatif atau tidak menularkan COVID-19 ke janin.

“Laporan sementara menunjukkan tidak terhubung antara ibu dan bayi, darah tali pusat ataupun air ketuban tidak membawa virus,” imbuhnya.

Namun, ada juga laporan bayi berumur 36 jam positif terinfeksi COVID-19 dan sang ibu juga positif dengan kondisi itu. “Jadi, kita harus tetap waspada,” tegas pria yang juga pakar fertilitas ini.

Sehingga, dengan demikian, untuk menghindari skenario terburuk dalam kondisi saat ini. Untuk itu, inilah beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan ibu hamil, meliputi empat cara:

  1. Rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.
  2. Menjaga jarak dengan orang lain, setidaknya satu meter, terutama dengan orang yang sedang batuk atau bersin.
  3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.
  4. Jaga kebersihan pernapasan dengan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan siku yang terlipat atau tisu. Lalu, segera buang tisu bekas tersebut dalam tempat sampah tertutup.

Apabila timbul gejala mencurigakan seperti COVID-19, yakni demam, batuk atau kesulitan bernapas, maka segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan dan ikuti arahan dari dinas kesehatan setempat.

Bila ibu hamil memang positif COVID-19, setelah bayi lahir diusahakan tidak kontak dengan ibu. Hasto juga menyarankan dalam kasus seperti ini tidak melakukan inisiasi menyusu dini (IMD).

“Nanti kalau air susu ibu keluar, bisa diperah untuk diminumkan ke bayinya,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat