Hipertensi dan Diabetes Penyebab Kerusakan Ginjal

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Rusaknya ginjal dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Dua penyakit di antaranya penyebab dari gagal ginjal adalah penyakit hipertensi dan diabetes.

Kerusakan pada ginjal merupakan kondisi saat fungsi ginjal mengalami penurunan atau struktur ginjal mengalami kerusakan yang progresif. Kondisi ini berlangsung lebih dari tiga bulan.

Penyebab terbesar dari kerusakan ginjal ini disebabkan karena penyakit hipertensi dan diabetes. Berdasarkan data dari Indonesian Renal Registry (IRR) 2017 yang dilansir dari kompas.com, hiprtensi menjadi penyebab dari 45 persen kasus gagal ginjal. Sedangkan, diabetes bertanggung jawab atas 25 persen kasus gagal ginjal.

Menurut dr. Artaria Tjempakasari, Sp. PD yang merupakan spesialis ginjal menyatakan bahwa pada hipertensi tekanan darah sistemik yang meningkat menyebabkan respon hipertrofi mengarah ke penebalan intima pembuluh darah besar dan kecil. Pada awal, terjadi mekanisme kompensasi, tetapi kemudian menyebabkan kerusakan glomerulus.

“Sedangkan pada diabetes, hiperglikemi akan menyebabkan produk-produk yang merusak nefron, bagian terkecil ginjal, dan kerusakan akan semakin bertambah menyebabkan massa ginjal makin lama makin sedikit sehingga fungsinya menurun,” jelas dr. Artaria selaku dokter spesialis ginjal Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya.

Hipertensi ataupun diabetes, keduanya dapat membuat kerusakan pada pembuluh darah ginjal atau nefron. Ketika itu terjadi, filtrasi ginjal juga ikut terganggu dan rusak, sehingga menyebabkan fungsi ginjal tak berjalan dengan baik.

Apabila ginjal sudah terganggu dan mengalami kerusakan sekitar 70-90 persen, maka akan timbul gejala seperti badan terasa lemah dan lesu, pucat, mual, muntah, tidak nafsu makan, serta komplikasi lainnya. Semua sistem organ dapat mengalami pengaruh komplikasi tersebut.

“Bila ginjal terganggu akan timbul gejala. Namun jika kerusakan masih sekitar 70 persen, sebelum itu tidak bergejala sehingga rujukan sering datang terlambat. Sedangkan bila kerusakan sudah mencapai 70-90 persen bisa timbul gejala lemah badan, pucat, mual, muntah, tidak ada nafsu makan, gatal-gatal, bingung, kejang, penurunan kesadaran, sesak, bengkak dan banyak lagi lainnya,” papar dr Artaria.

Perlu diwaspadai terkait penyakit hipertensi dan diabetes, dr Artaria menyampaikan bahwa dua penyakit tersebut dapat memunculkan masalah kesehatan serius lainnya. Seperti berisiko mengalami penyakit jantung dan strok.

Oleh karena itu, penting bagi penderita penyakit-penyakit serius tersebut untuk mengelola dan mengendalikannya dengan menjaga pola hidup sehat dan tidak lupa melakukan medical check-up sejak dini, agar penyakit yang timbul tidak terdeteksi terlambat. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat