Hari Hipertensi, Begini Cara Cek Tekanan Darah di Rumah Secara Mandiri

Peringatan Hari Hipertensi Sedunia pada tanggal 17 Mei 2022 menekankan pada pentingnya cek tekanan darah secara rutin. Cek tekanan darah tak hanya bisa dilakukan di fasilitas layanan kesehatan. Anda juga bisa melakukannya di rumah secara mandiri, begini caranya.

Bagaimana cara cek tekanan darah di rumah?

Pengurus Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, Amanda Tiksnadi mengatakan bahwa kehadiran alat tensi digital memudahkan pengecekan tekanan darah.

“Dengan kehadiran alat tensi digital, kini pengecekan tekanan darah jadi lebih mudah dan bisa dilakukan di rumah,” ujarnya, dilansir dari CNN.

Cara Cek Tekanan Darah di Rumah

Namun, Anda harus memastikan pengecekan tekanan darah dilakukan dengan benar. Amanda berbagi cara mengecek tekanan darah di rumah, seperti berikut.

1. Duduk rileks selama 2-5 menit. Pastikan kaki menapak di lantai, tidak menyilang, dan tubuh bersandar pada sandaran kursi.

2. Pasang manset dengan jarak dua jari dari siku.

3. Letakkan lengan pada meja, setidaknya setinggi dada.

4. Mulai pengukuran. Dalam satu sesi, lakukan tiga kali pengukuran dengan selang waktu satu menit. Dari tiga kali pengukuran, ambil hasil pengukuran kedua dan ketiga, hitung rata-rata angka dan catat.

Selain itu, Amanda juga mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan mengukur tekanan darah. Berikut di antaranya.

1. Sebelum mengukur tekanan darah, sebaiknya tubuh dalam kondisi rileks, tidak melakukan aktivitas fisik berat, dan tidak mengonsumsi alkohol.

2. Ukur tekanan darah sehari dua kali, yakni pagi dan malam hari jelang tidur. Pada pagi hari, lakukan satu jam setelah bangun tidur, sebelum mengonsumsi obat hipertensi (jika ada).

3. Jika timbul kecurigaan akan hipertensi, lakukan pemantauan selama tiga hari.

4. Bawa hasil pengukuran dan lakukan konsultasi dengan dokter untuk pengecekan atau tindak lanjut yang diperlukan.

Diagnosis hipertensi akan dilakukan dokter berdasarkan hasil pantauan di rumah. Amanda mengatakan, seseorang dikatakan mengalami hipertensi dilihat dari angka tekanan sistolik dan diastolik.

Dia melanjutkan, batas hipertensi antara pengecekan di rumah dan rumah sakit akan berbeda. Di klinik, seseorang dinyatakan hipertensi jika memiliki tekanan darah 140/90 mmHg. Sementara saat di rumah, angka menurun jadi 135/85 mmHg yang dianggap hipertensi.

“Kalau hasil sudah ada, tetap harus dikonsultasikan apa hipertensi, apa normal,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat