Ketahui Hal Penting Ini saat Konsumsi Obat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Setelah berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan kesehatan yang dialami, biasanya dokter akan memberikan resep obat yang perlu dikonsumsi. Sayangnya, pasien terkadang tidak benar-benar mengetahui cara konsumsi obat tersebut.

Setidaknya, menurut dr. Syarwani, dokter dari RSI Al Irsyad Surabaya, ada tiga hal yang perlu diketahui pasien saat mengonsumsi obat, yakni yang pertama adalah rute obat.

Rute obat ini cara obat bisa masuk ke dalam tubuh, seperti rute per oral (diminum), per intervena (suntik), per injeksi, per anal (melalui anus), dan lain sebagainya. Hal ini perlu diperhatikan agar obat tidak salah rute.

Selain itu, untuk rute obat ini dapat dilihat dari etiket atau penandaan berupa kertas yang biasanya ditempel di depan obat yang berguna untuk memberikan informasi penggunaan kepada pasien.

Etiket ini terdiri dari dua macam, yakni etiket berwarna putih, yang digunakan untuk tanda bahwa obat yang dikonsumsi masuk dalam saluran pencernaan, dan etiket berwarna biru, yang berarti obat adalah luar atau obat yang tidak masuk dalam saluran pencernaan.

Selanjutnya, yang kedua, pasien harus memahami dosis obat. Dosis konsumsi obat ini perlu diketahui agar takaran obat untuk sekali pakai dalam jangka waktu tertentu ini benar-benar sesuai dan memberikan efek baik pada kesehatan pasien.

Pemahaman mengenai dosis obat sendiri di kalangan masyarakat kini menurut Dr. Syarwani, terjadi kesalahpahaman. Kesalahan ini contohnya dosis obat tiga kali sehari berarti dianggap diminum pada waktu pagi, siang, dan malam. “Padahal sebenarnya tidak seperti itu,” katanya.

Jika dosis obat disebutkan tiga kali sehari, artinya waktu dalam sehari, yakni 24 jam dibagi tiga waktu. Berarti, untuk dosis tiga kali sehari obat diminum per delapan jam sekali.

“Begitu juga jika dosis empat kali sehari, maka 24 jam dibagi empat kali, yakni per enam jam sekali. Bukan pagi, siang, sore, malam,” tegas pria yang juga bertugas sebagai dokter di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) itu.

Ketiga, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat adalah kesediaan waktu konsumsi obat. Hal ini tergantung pada proses absorpsi obat (penyerapan obat ke dalam tubuh), apakah sebelum, saat, atau sesudah makan.

“Jadi perlu diketahui absorpsi obat perlu dilakukan dengan perut kosong, bersamaan saat perut memproses makanan, atau saat perut sudah terisi makanan,” tuturnya

Obat yang berkaitan dengan lambung diminum saat perut belum terisi makanan, karena obat lambung bekerja melindungi lambung sebelum ada makanan masuk. Sehingga saat lambung terisi, tidak terasa nyeri.

Lalu obat yang mengandung enzim-enzim pencernaan diminum saat makan. Dan untuk obat-obatan yang bersifat iritasi, diminum setelah makan sehingga tidak mempengaruhi lambung. 

“Jadi, yang perlu diperhatikan dari minum obat adalah rute, dosis, dan bentuk kesediaan obat,” pesannya.(nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat