Ini Mengapa Gorengan Buruk untuk Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Dibalik enaknya seporsi gorengan ternyata memiliki risiko bagi kesehatan. Tak pelak, beberapa orang yang rutin makan gorengan tidak dapat menghindari penyakit-penyakit seperti diabetes, kanker, dan lain sebagainya.

Konsumsi gorengan berlebihan seringkali dikatikan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kegemukan hingga penyakit jantung dan stroke. Kenikmatannya akan membuat seseorang terus menerus mengonsumsi makanan satu ini. Padahal, semakin banyak dan sering kita makan maka risiko kesehatan pun akan meningkat.

Dalam WebMD mengungkap orang yang mengonsumsi makanan yang digoreng seperti gorengan sebanyak 3 kali seminggu memiliki risiko kesehatan yang meningkat sebesar 7 persen. Mereka akan lebih berisiko terserang penyakit jantung dan stroke. Jika dikonsumsi setiap hari, maka nilai risikonya pun juga meningkat sebesar 14 persen.

“Memakan sejumlah kecil makanan yang digoreng bukanlah akhir dari segalanya. Tapi, semakin banyak kamu mengonsumsi gorengan, semakin buruk efeknya untukmu,” terang ahli diet, Dana Angelo White.

Memakan makanan yang digoreng juga terkait dengan beberapa penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, gagal jantung, obesitas hingga hipertensi. Makanan-makanan yang digoreng ini umumnya tidak sehat karena dalam proses penggorengan, minyak akan diserap oleh makanan dan membuat kandungan lemak serta kalori bertambah.

“Coba bandingkan seberapa banyak minyak zaitun yang kamu tuang di atas salad dengan makanan yang terendam di dalam minyak saat dimasak. Kalorinya bisa langsung melonjak,” sambung dr. Euginia Gianos, Direktur Women’s Heart Health di Lenox Hill Hospital.

Kemudian, Dokter Euginia juga menambahkan jika cara seseorang menggoreng makanan juga berpengaruh. Misalnya saja, jika minyak belum terlalu panas dan makanan tersebut telah dimasukkan. Ini bisa memungkinkan makanan menyerap minyak terlalu banyak. Setidaknya tunggulah minyak tersebut panas pada suhu 160 hingga 190 derajat Celcius.

“Makanan berlemak memang cenderung lebih gurih dibandingkan makanan kaya karbohidrat dan protein. Gurih dan renyah, belum lagi adanya penguat rasa yang ditambahkan dalam makanan atau adonan tepungnya,” terang Mochammad Rizal, seorang ahli gizi dan kebugaran dari Indonesia Sport Nutritionist Association (isna).

Makanan-makanan yang digoreng memang memiliki kelezatan tiada tara. Tak cuma lezat tapi juga sangat mudah disajikan. Namun, jika konsumsi ini tidak dibatasi maka kesehatan yang menjadi taruhan. Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan gorengan dapat menurunkan risiko-risiko kesehatan yang akan terjadi di kemudian hari.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat