Gigitan Kutu Sebabkan Penyakit Lyme

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Kutu merupakan salah satu parasit yang membuat kehidupan manusia sehari-hari begitu menyebalkan. Sekali terkena gigitan kutu, akan muncul ruam merah pada tubuh manusia yang dapat berujung menjadi penyakit Lyme.

Penyakit Lyme tidak bisa disepelekan begitu saja.  Infeksi ini disebabkan oleh bakteri genus Borrelia sp yang ditularkan lewat gigitan kutu. Kondisi ini dapat menjangkiti dan mengganggu berbagai sistem organ tubuh. Karena akan menimbulkan ruam merah pada bagian permukaan kulit.

Melansir dari CNNIndoensia, tanda dan gejala penyakit satu ini cukup bervariasi. Penyakit umumnya muncul secara bertahap. Dalam beberapa kasus, tahapan-tahapan saling tumpang tindih.

Pada tahap awal, gejala akan muncul berupa benjolan merah kecil layaknya akibat gigitan nyamuk. Benjolan tersebut terkadang akan hilang dengan sendirinya.

Namun, ada pula yang akan bertahan lama hingga berubah menjadi ruam merah. Jika berlanjut demikian maka harus waspada, karena sudah termasuk dalam gejala penyakit lyme.

Pada setiap orang, ruam merah yang muncul akan berbeda. Ada yang mengalami ruam setelah empat minggu terkena infeksi gigitan kutu, ada pula yang jauh lebih lama sampai tiga bulan terinfeksi. Sehingga kondisi tersebut tidak dapat terdeteksi.

Selain adanya ruam merah, penderita juga akan mengalami suhu badan tinggi hingga demam, sakit kepala, nyeri pada otot, dan kelelahan berlebihan. Bahkan dapat juga menimbulkan perubahan pola detak jantung, peradangan mata, dan hati.

Risiko terkena gigitan kutu meningkat ketika seseorang menghabiskan banyak waktu di ruang terbuka seperti halnya di hutan. Biasanya, anak-anak yang gemar bermain di area luar ruangan cenderung berisiko tinggi.

Untuk menangkalnya terjadinya penyakit lyme, maka disarankan untuk menggunakan celana dan baju berlengan panjang jika sedang berada di area luar ruangan.

Selain risiko tersebut, ada pula risiko yang terjadi bila tak membersihkan bekas gigitan kutu dengan benar. Bakteri dalam masuk ke dalam aliran darah dan tetap melekat pada kulit selama 36-48 jam atau lebih. 

Penyakit lyme yang tidak diobati dengan segera akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti peradangan sendi kronis terutama pada lutut, gejala neurologis seperti kelumpuhan wajah, cacat kognitif seperti gangguan memori, serta perubahan irama jantung.

Pengobatan yang dilakukan seefektif dan sesegera mungkin akan menjamin proses kesembuhan yang lebih cepat. Jika dibiarkan begitu saja, gejala-gejala penyakit Lyme akan berkembang semakin parah dan berkepanjangan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat