Gelar Wicara Suaramuslim: Angkat Tema Nyeri Punggung dan Lutut

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Punggung dan lutut berperan penting pada setiap gerak seseorang. Namun, apa jadinya jika bagian tersebut sakit?

Nyeri punggung atau yang juga disebut low back pain, seperti dipaparkan oleh dr. M. Hardian Basuki, Sp.OT, Dokter Spesialis Ortopedi RS Al-Irsyad pada kesempatan gelar wicara di FM 93,8 Radio Suara Muslim Surabaya Kamis sore (26/9) lalu, merupakan bagian tubuh yang paling mendapat beban besar dalam menumpu tubuh.

Sehingga jika mengalami nyeri pinggang, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab, yakni seperti otot, ginjal, saraf, maupun tulang belakang. Selain itu, ada pula nyeri rujuk, seperti misalnya disebabkan oleh gangguan kesehatan pada bagian tubuh lain, seperti pada batu ginjal atau dismenorea.

dr. Hardian juga menyebut, dokter dalam mengidentifikasi penyakit yang gejalanya dari nyeri pada bagian punggung ini memiliki gejala sama, “Namun, ada tanda khusus yang bisa menemukan itu, baik dari tulang atau otot bantalan,” jelasnya.

Dikatakan dr. Hardian, nyeri punggung yang dikarena kelainan dari lahir pun ada, di mana ini biasanya diakibatkan bentuk punggung yang bengkong sejak lahir (skoliosis).

Begitu pula dengan nyeri lutut atau yang biasa disebut dengan knee pain. Untuk mengetahui penyebab nyeri pada bagian ini, maka perlu mengetahui berbagai susunan organ dan jaringan pada lutut itu sendiri, seperti tulang, otot, sendi, tendon, ligamen, dan lain sebagainya.

Baik pada nyeri punggung maupun lutut, dr. Hardian menyebut, keduanya juga bisa disebabkan oleh faktor degeneratif. Dan kedua keluhan dan gejala dari nyeri punggung ini penanganannya bisa melalui spesialis ortopedi ataupun syaraf.

Cedera pada salah satu bagian jaringan punggung maupun lutut akan selalu menjadi akibat dari nyeri otot. Jika pada usia muda cedera bisa dikarenakan olah raga. Namun untuk usia >50 tahun, maka biasanya dikarenakan faktor degeneratif.

“Juga nyeri ini selain dipengaruhi oleh faktor usia, juga jenis kelamin, faktor kegemukan, pekerjaan, dan aktivitas yang dilakukan,” imbuh dr. Herdian.

Faktor risiko dari obesitas atau kegemukan, atau kelainan kaki seperti bengkong o atau x akan lebih merasakan nyeri lutut yang lebih. Sementara robekan bantalan, plasma/kaku otot bagi para pekerja kantor yang duduk terus hingga menyebabkan kelainan bentuk punggung yang biasa menyebabkan nyeri pada punggung.

Sehingga menurut dr. Hardian, kelompok sosial pekerja kantoran perlu memiliki perubahan gaya hidup dengan rutin berolahraga karena pekerja kantoran bergerak lebih sedikit daripada lapangan. “Dan nyeri punggung lebih banyak dialami para pekerja kantoran yang seharian hanya duduk,” jelasnya.

Kapan harus periksa

Gejala-gejala nyeri baik punggung maupun lutut yang dijabarkan tersebut wajib diketahui. Dan gejala yang sudah parah atau menandakan red flagnya adalah jika dirasakan nyeri terus menerus meski sudah meminum obat antinyeri, terus mengalami kelemahan pada kedua kaki, hingga menyebabkan penurunan berat badan.

“Karena nyeri akibat kerusakan tulang karena kanker bisa hingga menyebabkan penurunan pada berat badan,” tandasnya.

dr. Hardian pun berpesan untuk menjalankan mutu hidup adalah bergerak. Ia pun sangat merekomendasikan olahraga berenang dan olahraga yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dan gerakannya bisa menggerakkan hampir semua otot pada tubuh.

“Jika ingin punggung dan lutut selalu sehat, maka bergeraklah. Buat agar pembuluh darah lancar. Dan belajar untuk membebankan aktivitas tidak hanya di tulang saja, tetapi juga sekaligus otot agar tubuh tidak mudah mengalami nyeri,” pungkas spesialis orthopedi RS Al Irsyad itu. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat