Gelar Wicara di Suara Muslim Radio: RS Al Irsyad Beberkan Pentingnya Manajemen Nyeri yang Baik

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Kamis (27/2) lalu, tim RS Al Irsyad Surabaya kembali melakukan gelar wicara bersama Suara Muslim Radio. Kali ini, tema yang diangkat membahas seputar manajemen nyeri. Pada gelar wicara tersebut, RS Al Irsyad Surabaya mendelegasikan dr. M. Hardian Basuki, Sp.OT (K) dan dr. Deby Wahyuning Hadi, Sp.S, menjadi pengisi materi.

Dijelaskan oleh dr. Deby, definisi nyeri adalah pengalaman sensorik yang dirasakan tidak nyaman dan berpotensi memiliki kerusakan jaringan. Potensi kerusakan jaringan ini tidak spesifik hanya jaringan tertentu. Namun, bisa berbagai macam jaringan yang ada otot maupun tendon.

“Kemungkinan memiliki potensi kerusakan jaringan di saraf, otot, maupun tendon. Bisa di semua tempat,” katanya. Hal ini dikarenakan reseptor atau penerima rangsangan nyeri itu tersebar di seluruh tubuh. Karenanya, nyeri tidak menyerang jaringan-jaringan yang spesifik.

Kemudian, diimbuhkan oleh dr. Hardian, rasa nyeri yang dialami sebenarnya dapat menjadi alarm. Derajat rasa nyeri pun beragam, ada yang dikatakan nyeri akut dan bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

“Ada nyeri yang sifatnya seperti rasa terbakar, ditusuk-tusuk, disetrum, banyak sekali sensasi nyeri. Nyeri dapat menjadi indikasi terjadi sesuatu,” tandasnya.

Ia mengambil contoh nyeri dada. Jika hal ini dialami, dapat menjadi indikasi gangguan pada organ dalam bagian dada seperti jantung, paru-paru bahkan tulang rusuk. Nyeri dapat menjadi respons awal terhadap jaringan yang rusak atau bahkan memang sudah ada jaringan yang rusak.

Potensi kerusakan jaringan ini sebenarnya bisa dicegah, karena rasa nyeri sendiri timbul sebagai alarm tubuh. Namun sebaliknya, jika ada jaringan rusak, dokter akan memeriksa derajat kerusakan jaringan itu. “Akan diperiksa dulu, jaringan ini rusak ringan, sedang, ataupun berat,” tutur dr. Hardian.

Sementara itu, ia juga menyoroti kebiasaan orang-orang ketika mengalami nyeri. Mereka cenderung enggan memeriksakan diri ke dokter ketika hanya sedikit sensasi nyeri yang dirasakan. Namun, ketika sensasi tersebut sudah sangat tidak nyaman barulah mereka memeriksakan diri.

“Ada pasien yang pernah mengalami nyeri lutut. Kalau rasa nyerinya sedikit, nggak mau ke dokter biasanya. Kalau sudah dirasa berat dan tidak nyaman, biasanya mereka sendiri yang minta dilakukan tindakan. Khasnya masyarakat Indonesia begitu tuh,” tuturnya dengan nada bercanda.

Kemudian, dr. Deby kembali menyarankan bagi orang-orang yang merasakan sensasi nyeri dan tidak hilang selama beberapa hari, ada baiknya segera memeriksakan ke dokter.

Karena, jika terlambat, nyeri tersebut bisa berpotensi dalam tahap kronik. “Potensi kerusakan jaringan pada nyeri kronik bisa lebih parah,” ujar dokter spesialis saraf itu.

RS Al Irsyad Surabaya memiliki layanan komprehensif untuk mengatasi nyeri. Terutamanya, nyeri muskuloskeletal dan saraf. “Kami berfokus menangani pasien dengan keluhan nyeri di anggota gerak dan tulang belakang,” jelas dr. Hardian.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat