Gelar Wicara Bersama Radio Suara Muslim Surabaya: RS Al Irsyad Buka Layanan Vaksinasi

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Kamis (26/12) lalu, tim RS Al Irsyad Surabaya kembali melakukan gelar wicara bersama radio Suara Muslim Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, RS Al Irsyad mengabarkan pembukaan layanan vaksinasi internasional, khususnya untuk jamaah haji dan umrah.

Sebelum berangkat menuju Tanah Suci untuk beribadah, jamaah-jamaah haji dan umrah harus dipastikan telah mendapat vaksinasi terlebih dahulu. Vaksinasi yang diperlukan bagi mereka biasanya adalah vaksin meningitis.

“Karena, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan siapapun yang hendak masuk ke negaranya sudah mendapat vaksinasi meningitis,” kata dr. Syarwani, salah satu tim RS Al Irsyad dalam gelar wicara tersebut.

Imbauan Pemerintah Arab Saudi tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan, daerah Arab Saudi adalah daerah endemik meningitis. Maka dari itu, untuk menghindari penyakit ini dan membuat ibadah haji dan umrah berjalan lancar, melakukan vaksinasi tidak dapat ditunda lagi.

“Selain meningitis, jamaah juga bisa memberi tambahan perlindungan tubuh dari virus influenza dengan vaksin. Disana kan, kita berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh dunia,” tuturnya.

Kemudian, dijelaskan oleh dr. R. Dian Anggraini yang juga salah satu tim dari RS Al Irsyad tersebut, idealnya vaksinasi meningitis ini diberikan 12-14 hari sebelum keberangkatan.

Dikarenakan, vaksin akan bekerja secara optimal pada waktu yang tepat, yakni ketika jamaah berangkat menuju ke Tanah Suci. “Vaksin meningitis akan tetap bekerja di dalam tubuh hingga dua tahun ke depan,” imbuhnya.

Setelah melakukan vaksin, jika jamaah ingin kembali lagi ke Tanah Suci di tahun depan, ia tak perlu melakukan vaksinasi kembali.

Lalu, vaksinasi meningitis yang dilakukan di RS Al Irsyad ini dapat dilakukan perseorangan maupun berkelompok dengan koordinasi dari biro perjalanan wisata. “Bisa langsung hubungi kontak kami untuk indent atau datang langsung ke RS,” kata dr. Syarwani.

Jika jamaah ingin datang langsung ke RS, jamaah hanya diperlukan membawa fotokopi paspor dan KTP yang masih berlaku. Perlunya fotokopi paspor ini terkait dengan buku vaksin atau buku kuning sebagai bukti bahwa jamaah pernah mendapat vaksin tertentu.

RS Al Irsyad Surabaya Pastikan Semua Layanannya 100% Halal

Beberapa tahun belakangan sempat bersiar kabar bahwa kandungan dalam vaksin meningitis memiliki zat yang tidak halal. Kabar ini jelas membuat khalayak ramai hingga membuat beberapa jamaah yang hendak berangkat menolak untuk divaksinasi.

Seperti dalam berita yang dilansir dari republika, ada calon jamaah haji kloter pertama DKI Jakarta yang enggan disuntik vaksin meningitis. Ini dikarenakan, calon jamaah haji tersebut meyakini adanya lemak babi pada kandungan vaksin tersebut.

“Karena ia beranggapan bahwa vaksin tersebut mengandung lemak babi, maka ia menolak untuk diberikan vaksin. Karena, ia tidak mau tubuhnya diberi zat yang tidak halal,” kata Purwanto, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah DKI Jakarta.

Namun, lain halnya di RS Al Irsyad Surabaya yang benar-benar memastikan bahwa seluruh layanan yang ada di dalam RS 100% halal. “Kehalalan adalah prioritas di setiap layanan yang kami berikan pada masyarakat,” ungkap dr. Syarwani.

RS Al Irsyad benar-benar memilah dan memilih penyedia vaksin untuk rumah sakit. Dr. Syarwani mengakui bahwa semua penyedia vaksin di dalam RS wajib mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jika sertifikat tersebut tidak dapat dipenuhi oleh penyedia vaksin, maka RS Al Irsyad tidak akan menggunakan produk dari penyedia vaksin tersebut. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa setiap vaksin yang disediakan oleh RS Al Irsyad Surabaya dapat dipertanggungjawabkan kehalalannya. “Kami menjamin itu,” tegasnya dengan mantap.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat