Gelar Wicara Bersama Radio Suara Muslim: Mengenal Gejala Pneumonia Pada Anak

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri atau virus dan mudah datang ketika tubuh dalam kondisi lemah, sehingga tak bisa diremehkan, termasuk pada anak-anak. Untuk itu, perlunya mengetahui gejala pneumonia agar anak-anak terhindar dari penyakit ini.

Pneumonia secara umum adalah infeksi akut yang mengenai parenkim paru, dengan disebabkan oleh banyak hal, seperti beragam bakteri dan juga virus. Terutama virus yang sedang merebak saat ini, yakni COVID-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak RS Al Irsyad Surabaya, dr. Nurita Alami Dwi Wijayanti, Sp.A dalam tabloid udara bersama dengan Radio Suara Muslim Surabaya pada Kamis (25/6).

Menurutnya, pneumonia memang dapat menyerang siapa saja, tidak mengenal umur, baik itu bayi sampai usia dewasa sekalipun. Ada tiga faktor yang menyebabkan pneumonia tersbeut muncul, antara lain dari host, agent, dan environment.

“Jadi tergantung pada host atau manusianya, sistem pertahan tubuhnya bagaimana. Kemudian bisa juga dilihat dari agen atau penyebab terjadinya seperti bakteri atau virus. Selanjutnya yang terakhir lingkungannya. Dilihat, apakah lingkungan sekitarnya padat penduduk, atau banyak polusi. Nah ini bisa juga menjadi salah satu risiko yang menyebabkan anak terkena penyakit pneumonia,” jelas dr. Nurita panggilan akrabnya.

Gejala Pneumonia pada Anak

Gejala awal yang terjadi pada pasien pneumonia, hampir sama dengan yang terjadi pada pasien positif virus korona, yakni muncul demam tinggi. Namun pneumonia karena bakteri, progresifnya berjalan lambat, sehingga gejala yang ditimbulkan pun tak secepat yang terjadi pada pasien COVID-19.

Selain itu, dr. Nurita juga menambahkan adanya gangguan saluran pernapasan seperti sesak napas atau napas cepat, batuk, pilek atau hidung tersumbat, menggigil, sulit beristirahat dan lain sebagainya.

Dengan demikian, orang tua sebaiknya tidak menunggu sampai anak terkulai lemas untuk memastikan anak memang sakit. Ketika ritme napas anak menjadi cepat atau anak merasakan sesak ketika bernapas, maka orang tua harus segera membawanya ke dokter. Bisa saja hal itu merupakan gejala dari penyakit pneumonia.

“Kalau deman tidak turun-turun selama 3 hari, padahal sudah diberi obat penurun demam, maka langsung bawa anak ke dokter, sebelum gejala semakin bertambah parah,” ujarnya.

Penyakit pneumonia ini merupakan salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi pada anak selain diare. Sehingga masyarakat perlu preventif atau pencegahan, dengan dimulai dari faktor risiko.

“Harus betul-betul dipantau tentang sistem daya tahan tubuh, nutrisi yang cukup, perbaiki berat badan dan tak lupa melakukan imunisasi. Serta harus pandai dalam mengontrol lingkungan, sebisa mungkin jauhkan anak dari orang-orang yang merokok,” tuturnya.

Jangan biarkan pneumonia pada anak menyebabkan kondisi yang lebih serius. Jaga kebersihan serta penuhi kebutuhan nutrisi anak, dan jangan lupa untuk memberikan imunisasi sesuai jadwal. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat