Gejalanya Mirip, Ini Perbedaan Asam Lambung dan Penyakit Jantung

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Banyak orang yang sulit membedakan antara sakit asam lambung dan penyakit jantung. Pasalnya, gejala yang muncul memiliki kesamaan, yakni rasa nyeri pada dada.

Memang, agak sulit membedakan rasa sakit yang disebabkan oleh serangan jantung dengan gejala asam lambung. Sehingga inilah yang sering membuat para penderita asam lambung tinggi merasa panik saat muncul rasa nyeri pada dada.

Dengan gejala yang sama itulah, banyak orang beranggapan bahwa kedua penyakit ini saling berkaitan, padahal sebenarnya tidak saling berhubungan.

Menurut Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya, dr. Diah Rachmaniah, Sp.JP mengungkapkan bahwa bukan asam lambung yang mengakibatkan serangan jantung terjadi, meski gejalanya mirip dengan gejala maag atau asam lambung.

“Bukan asam lambung yang mengakibatkan serangan jantung, tetapi serangan jantung terutama di daerah inferior sering menimbulkan gejala nyeri ulu hati yang mirip dengan gejala maag atau asam lambung,” ujarnya.

Mengutip dari Kompas.com, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya penyumbatan di arteri coroner, yaitu pembuluh darah yang membawa oksigen ke otot-otot jantung. Sehingga mengakibatkan jantung mengalami kekurangan oksigen dan memicu rasa sakit.

Sedangkan heartburn adalah sensasi perih dan panas pada dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Cairan yang memiliki sifat asam tersebut dapat mengiritasi lapisan dinding esoagus sehingga memicu sakit tenggorokan.

Meskipun tidak ada kaitannya dengan jantung, asam lambung yang naik tersebut juga dapat menjalar ke dada sehingga timbul rasa nyeri pada dada akibat efek iritasi. Oleh sebab itu, masih banyak pasien yang sulit membedakan gejala nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn.

Dr. diah menyarankan untuk lebih berhati-hati bila menentukan diagnosa, sebab bila salah bisa mengakibatkan salah penanganan yang akhirnya berujung fatal.

Gejala nyeri dada pada serangan jantung berbeda dengan heartburn, sehingga dr. Diah juga menyarankan pada pasien yang sudah lanjut usia dan memiliki berbagai faktor risiko terkena diabetes atau kolesterol dengan Keluhan tersebut harus segera melakukan pemeriksaan jantung.

“Jadi apabila pasien dengan usia tua dan berbagai factor resiko diabetes, ht dan cholestrol dengan keluhan tersebut harus dilakukan pemeriksaan jantung,” tuturnya.

Selain itu, untuk memastikan penyebab sakit dada karena serangan jantung atau heartburn, cobalah minum obat maag sebagai langkah awal. Jika nyeri dada berangsur-angsur membaik, maka penyebabnya jelas karena heartburn. Sebaliknya, bila nyeri dada tak kunjung hilang, maka segeralah periksakan pada dokter. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat