Gejala Terjangkit Virus Corona Mirip dengan Flu, Begini Perbedaannya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Virus corona baru atau yang dikenal sebagai 2019-nCoV kini tengah ramai diberitakan. Sudah ribuan korban yang telah terinfeksi oleh virus tersebut. Meski belum sampai di Indonesia, kita tetap perlu mewaspadainya. Secara sekilas, gejala terjangkit virus corona ini mirip dengan flu, berikut ini ulasan tentang perbedaannya.

Direktur National of Allergy and Infection Disease, Anthony Fauci mengungkapkan ada satu kesamaan antara virus corona dengan flu, “Terlepas dari morbiditas dan mortalitas yang disebabkan, tapi ada satu kepastian bahwa flu bersifat musiman,” ujarnya, dilansir CNNIndonesia.

Untuk mengetahui lebih dalam, inilah perbedaan flu dan penyakit pernapasan akibat virus corona yang baru ini.

Gejala dan Tingkat Keparahan

Influenza atau flu bisa dilihat dari gejala yang khas seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit otot, sakit kepala, pilek atau hidung tersumbat, kelelahan, dan terkadang muntah serta diare. Gejala dari flu sering muncul tiba-tiba.

Biasanya, jika seseorang terkena flu, maka akan sembuh dalam waktu kurang dari dua pekan, meski terkadang penyakit flu pada beberapa orang juga dapat menyebabkan komplikasi termasuk pneumonia.

Sedangkan gejala terjangkit virus yang baru muncul pada akhir Desember 2019—hingga kini masih dalam tahap pengamatan oleh para dokter dan ilmuwan, dalam penelitian terbaru terhadap 100 orang yang terinfeksi 2019-nCoV disebutkan bahwa gejala yang paling umum ditemukan adalah demam, batuk, dan sesak napas.

Laporan yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet itu juga menuliskan bahwa hanya sekitar 5 persen pasien yang mengalami sakit tenggorokan dan pilek. Hanya 1-2 persen yang melaporkan diare, mual, dan muntah.

Penting untuk dicatat bahwa semua virus yang menyerang pernapasan akan menimbulkan gejala yang sama. Hal ini membuat banyak orang kesulitan untuk membedakan penyakit pernapasan yang satu dengan yang lainnya. Pemeriksaan secara medis sangat disarankan untuk mengenali penyakit lebih jauh.

Penularan Virus

Untuk menentukan tingkat penyebaran virus, para ilmuwan biasanya menggunakan ukuran yang dikenal sebagai ‘angka reproduksi dasar’ atau RO. Flu sendiri memiliki nilai RO sekitar 1,3.

Angka RO untuk virus corona baru masih dicari oleh para peneliti. Namun, sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine memperkirakan nilai RO untuk virus corona berada di angka 2,2.

Yang penting untuk dicatat adalaha bahwa RO tak berupa angka konstan. Perkiraan dapat bervariasi berdasarkan lokasi, tergantung pada berbagai faktor.

Pencegahan

Flu dapat dicegah dengan vaksin yang bisa melindungi diri dari infeksi. Sedangkan untuk virus corona jenis baru ini masih belum ditemukan vaksin yang dapat mencegahnya.

Meski demikian, para peneliti National Institute of Health Amerika Serikat tengah dalam tahap awal mengembangkan vaksin virus corona. Peneliti berencana melakukan uji klinis tahap 1 pada tiga bulan ke depan.

Untuk saat ini, tahap pencegahan dari virus corona jenis baru ini dapat melakukan hal-hal untuk mencegah penyebaran virus pernapasan yang mencakup flu dan corona yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yakni:

  • Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
  • Tinggal di rumah saat sakit.
  • Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat