Ini Ragam Gangguan Tidur pada Lansia

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Bertambahnya usia kerap dikaitkan dengan menurunnya kemampuan untuk tidur nyenyak. Ragam gangguan pada lansia pun menjadi masalah serius yang perlu ditangani lebih lanjut.

Dilansir dari Psychiatric Times, lansia yang mengeluhkan kesulitan tidur biasanya menghabiskan waktu lebih lama untuk tertidur, lebih banyak menggerakkan badan ketika tidur, sering terbangun pada malam hari, dan akhirnya bangun lebih awal.

Hal ini tentu membuat waktu tidur yang berkualitas bagi mereka tidak terpenuhi. Sebab bagaimanapun, kebutuhan tidur lansia tetap sama dengan orang dewasa. Berikut beberapa masalah dan gangguan tidur pada lansia yang biasa terjadi.

Insomnia

Melansir dari Detik, penelitian yang dilakukan Surrey Sleep Research Centre di University of Surrey and Harvard Medical School menemukan bahwa ketika orang diizinkan untuk tidur sebanyak yang diinginkan, orang tua rata-rata memiliki waktu tidur 1,5 jam lebih sedikit.

Salah satu penyebab dari insomnia pada lansia, mengutip dari BBC Health, adalah demensia. Demensia dapat mengganggu pola normal dari aktivitas sehari-hari. Beberapa orang dengan demensia menjadi lebih bingung saat siang berubah menjadi malam. Atau masalah tersebut biasa dikenal sebagai sundowning. Seseorang dengan demensia ketika mengalami sundowning mungkin menjadi sangat tidak tenang, berkeliaran, atau berteriak keluar.

Sleep Apnea

Gangguan serius pada pernapasan ini terjadi saat tidur, yaitu saluran udara menjadi tersumbat karena dinding tenggorokan yang mengendur dan menyempit. Pada sebuah penelitian yang dilansir dari Hellosehat, lansia yang berisiko terkena sleep apnea 33% sampai 70% pada lansia yang memiliki demensia dan 5,6% sampai 45% untuk yang tidak memiliki demensia. Gejala yang paling umum terjadi adalah mendengkur dan mengantuk di siang hari secara berlebihan.

Melansir dari NCBI, sleep apnea bisa dikurangi dengan menghindari perilaku atau kebiasaan yang menjadi penyebabnya, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, dan penggunaan obat penenang atau obat tidur. Bila tidak ada perubahan maka pasien akan diberikan alat yang membantu udara masuk selama pernapasan, seperti CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Gangguan Ritme Sirkadian

Melansir dari Hellosehat, gangguan ritme sirkadian biasa terjadi pada lansia. Ritme sirkadian adalah istilah lain untuk jam biologis dalam tubuh yang mengatur aktivitas gelombang otak, produksi hormon, regenerasi sel, dan aktivitas biologis, termasuk untuk siklus tidur dan bangun manusia. Seiring bertambahnya usia, ritme sirkadian ikut melemah.

Akibatnya, gangguan ini dapat meningkatkan frekuensi terbangun di malam hari dan munculnya rasa kantuk ekstrem di siang hari. Untuk mengobati gangguan ini, biasanya dilakukan terapi cahaya untuk memperbaiki ritme sirkadian pada lansia. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat