Faktor yang Membuat Gigi Tidak Teratur

Gigi yang berantakan atau tidak teratur dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti menggigit kuku dan makanan yang dikonsumsi.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan, gigi yang berantakan selain dapat mengurangi rasa percaya diri juga bisa menimbulkan bau mulut karena banyak sisa makanan yang tersangkut dan sulit dibersihkan.

Gigi yang tidak teratur menyebabkan kita tidak dapat menggigit atau mengunyah makanan dengan sempurna karena gigi tidak beroklusi (bertemu) dengan baik.

Gigi bisa mulai berantakan sejak kecil. Orang tua pada umumnya melihat gigi susu anaknya tumbuh dan terlihat rapi.

Tapi, saat gigi berganti menjadi gigi dewasa, muncullah gigi-gigi yang tumbuh berjejal atau berantakan.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti pola makan yang kurang tepat sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan gigi, kurangnya nutrisi dan vitamin, atau kesalahan pada tekstur makanan. 

Kebiasaan buruk lain pada anak-anak juga mempengaruhi pertumbuhan gigi. Kebiasaan bernapas melalui mulut, mengisap bibir bawah, mengisap ibu jari, menggigit kuku, atau menjulurkan lidah dapat membuat gigi tumbuh berantakan.

Bertopang dagu, tidur menghadap ke satu sisi, dan menggertakkan gigi saat tidur juga termasuk keadaan yang dapat menimbulkan kelainan susunan gigi di rongga mulut.

Hal lain yang dapat menyebabkan gigi berantakan adalah adanya gigi yang jumlahnya kurang atau berlebih atau ukurannya tidak normal.

Jumlah gigi yang kurang bisa disebabkan karena faktor genetis, seperti tidak ada benih atau agenesis, atau karena adanya gigi yang dicabut. Area yang tidak bergigi akan menyebabkan gigi di sebelahnya dapat bergeser atau berputar dan menimbulkan permasalahan lain. (Sdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat