Edukasi Pasien Pentingnya Cuci Tangan yang Benar di Peringatan HUT PPNI ke-46

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-46, RS Al Irsyad Surabaya menggelar edukasi bersama pasien tentang pentingnya cuci tangan. Edukasi ini dilakukan oleh segenap staf, khususnya perawat yang mengabdikan diri di RS Al Irsyad Surabaya.

Kegiatan edukasi ini sukses digelar pada Selasa (17/30) kemarin di gedung lama RS Al Irsyad Surabaya. Kegiatan ini adalah hasil kerja sama dari Dewan Pengurus Komisariat (DPK) RS Al Irsyad, PPNI, dan Manajemen RS Al Irsyad. “Kami adakan edukasi untuk masyarakat tentang tujuan, manfaat cuci tangan dan hal lain yang berkaitan,” jelas Eny Retnowati, A.Md. S.Kep, selaku Ketua Dewan Pengurus Komisariat RS Al Irsyad Surabaya.

Selain untuk memperingati hari ulang tahun PPNI, kegiatan ini juga dilatarbelakangi dari perilaku masyarakat Indonesia yang kurang memperhatikan kebersihan tangan. “Terutama dengan merebaknya virus baru, Corona ini. Makanya, kami kembali mengimbau masyarakat untuk rajin mencuci tangan,” tandas Hadijah, A.Md. Kep, selaku perawat RS Al Irsyad dalam bidang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

Para perawat tersebut juga memperagakan seperti apa gerakan mencuci tangan yang efektif dan sesuai petunjuk Badan Kesehatan Dunia (WHO). Gerakan-gerakan yang dicontohkan tersebut, di antaranya :

  1. Mencuci dan menggosok kedua telapak tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik.
  2. Beralih ke punggung tangan, menggosok sela-sela kedua punggung tangan dan jari sisi luar.
  3. Membersihkan dan menggosok sela-sela jari sisi dalam.
  4. Keempat, mengunci jari-jari sisi dalam, kedua tangan saling mengunci.
  5. Kelima, menggosok ibu jari tangan kiri dan berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
  6. Merapatkan ujung jari kiri dan digosokkan pada telapak tangan kanan, gerakannya memutar searah jarum jam, dan begitu juga untuk sisi tangan yang lain.

Kemudian, diungkapkan oleh Hadijah, cuci tangan sama efektifnya baik dengan air dan sabun maupun cairan atau gel hand sanitizer. “Untuk cuci tangan dengan air dan sabun, gerakan tersebut diulang sebanyak 6 kali. Sedangkan jika menggunakan hand sanitizer cukup diulang 4 kali,” imbuhnya.

Tangan dapat menjadi sumber penyakit bagi tubuh seseorang jika kebersihannya tidak dijaga. Beberapa transisi penyakit yang melalui kontak langsung dapat dihentikan penyebarannya dengan cuci tangan yang baik dan benar.

“Benda-benda yang berkontak dengan tangan kita seringkali mengandung, bakteri dan virus. Pada handphone yang sering kita pakai, tanpa disadari mengandung kuman yang jauh lebih banyak dari toilet,” ungkapnya. Maka, dengan cuci tangan yang baik dan benar, potensi penularan dari bakteri dan virus dapat dikurangi. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat