Diabetes Bisa Dialami Anak, Ini Tandanya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Diabetes menjadi penyakit menakutkan yang umumnya dialami orang dewasa. Padahal, penyakit ini dapat menyerang siapapun termasuk anak-anak. Tanda-tanda yang umum dapat dikenali dengan mudah melalui 3P.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2017 mengungkap ada 10,3 juta penduduk Indonesia adalah pasien diabetes. Mengejutkan lagi 7,5 persen di antaranya adalah anak-anak di usia 10 hingga 14 tahun.

Dari data tersebut juga mengatakan bahwa diabetes tipe 1 adalah yang umum menyerang anak-anak. Penyakit ini dikarenakan adanya gangguan fungsi pankreas, dimana organ tersebut tidak dapat memproduksi cukup insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang membantu mengontrol kadar gula darah dan membantu proses penyerapan gula oleh tubuh.

Jika ini menyerang anak-anak tentu akan menjadi kekhawatiran bagi para orangtua. Karena, jika tidak segera ditangani, diabetes bisa merenggut nyawa anak-anak.

Dalam detik, Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, membagikan cara mudah mengindikasi diabetes pada anak. Tiga caranya ini dikenal dengan 3P (Poliuria, Polidipsia, Polifagia).

“Poliuria berhubungan dengan buang air kecil. Polidipsia dan polifagia terkait dengan pengingkatan rasa haus dan lapar,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat gula darah meningkat, glukosa akan dibuang lewat ginjal dengan keluarnya air. Sehingga, pada anak kecil yang memiliki diabetes umumnya akan sering buang air kecil. “Jadi ketika dia sudah mengalami ini, indikasi pertama untuk diabetes dapat dilihat,” ungkapnya.

Dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat akan menciptakan rasa haus yang abnormal. Pada saat itu, ia cenderung banyak minum untuk menangkal polidipsia. Normalnya minum 8 hingga 10 gelas per hari. Kalau lebih dari itu, Anda patut mewaspadai karena bisa jadi itu adalah tanda lebih lanjut dari poliuria.

Gejala selanjutnya yaitu terjadinya kehilangan kalori yang belum diolah tubuh. Kalori-kalori dari makanan yang dia makan tidak bisa melewati proses metabolisme karena nihilnya insulin dalam tubuh. Kalori pun akan keluar bersama urin, tubuh tidak dapat memecah energi dan rasa lapar atau polifagia pun terus timbul.

“Tadi sudah banyak buang air kecil, sering minum dan sekarang senang makan tapi tidak gendut. Karena energi terus terbuang. Sudah bisa dipastikan ini gejala diabetes,” ungkat Dokter Ketut.
Jika tanda-tanda demikian sudah ditemukan pada anak Anda, segeralah bawa ke dokter untuk segera ditangani. Dengan begitu, risiko kematian pada anak akibat diabetes dapat dikurangi.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat