Deteksi Dini Kesehatan Lewat Bentuk Tubuh dan Lemak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Tes kesehatan umumnya dapat menunjukkan kualitas kesehatan seseorang. Selain tes, bentuk tubuh ternyata juga dapat dijadikan deteksi dini kesehatan pada seseorang. Yang menjadi indikator tentu adalah penumpukan lemak pada bagian tubuh tertentu.

Melansir dari CNN, letak simpanan lemak tubuh seseorang dapat membawa konsekuensi kesehatan pada seseorang. Menurut daerah penumpukannya, lemak umum dikenal dengan dua jenis yaitu, Visceral Fat dan Subcutaneous Fat.

Dipaparkan oleh Arief Novianto, A.Md, dari Bidang Penunjang dan Sarana di salah satu RS Umum Pusat di Indonesia, Visceral Fat adalah penumpukan lemak pada rongga perut dan melekat langsung, menyelubungi organ vital seperti hati, jantung, usus, bahkan tak jarang ditemukan pada arteri, yang mana dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Sedangkan Subcutaneous Fat adalah lemak yang penumpukannya terjadi di paha dan bokong. Namun, lemak ini berfungsi sebagai tempat penyimpan energi dan melindungi tulang serta otot dari cedera.

Disebutkan oleh American Diabetes Association (ADA), lemak tersebut dapat berbahaya jika komposisinya dalam tubuh berlebihan. Kedua lemak ini berkaitan dengan penyakit-penyakit seperti, diabetes, hipertensi, dan resistensi insulin.

Kedua lemak tersebut ternyata juga mempengaruhi bentuk tubuh seseorang. Dengan mengetahui bentuk tubuh, maka penyakit yang terjadi pada seseorang dapat dideteksi, dan dapat dilakukan langkah pencegahan. Berikut adalah bentuk-bentuk tubuh dan letak penumpukan lemak serta dampak kesehatan yang bisa terjadi, seperti dilansir dari CNN.

Tubuh ‘Apel’

Bentuk yang menyerupai apel pada tubuh seseorang ini umumnya memiliki penumpukan lemak pada daerah tengah tubuh, dengan sedikit lemak di lengan, pinggul, dan kaki. Bentuk tubuh ini pun sering dikatikan dengan beberapa penyakit.

“Jika seseorang memiliki tubuh berbentuk apel, biasanya orang ini memiliki rasio pinggang-pinggul yang besar, yang menunjukkan banyak lemak visceral,” terang Tamya Rogers, seorang praktisi kesehatan dari San Antonio, Texas, AS.

Tubuh ‘Pir’

Pada orang dengan bentuk tubuh pir ini, lemak menumpuk pada bagian bokong, pinggul, dan sedikit lemak juga pada pundak dan dada.

“Bentuk tubuh pir lebih aman karena lemak tersimpan di kaki dan tak terlalu berpotensi untuk mencapai organ vital. Di samping itu, orang dengan tipe tubuh seperti ini, punya masalah dengan pembuluh darah dan sendi karena harus menopang beban tubuh,” kata Lina Velikova, ahli imunologi klinis dan profesor dari University of Sofia, Bulgaria.

Tubuh ‘Papan’

Orang dengan bentuk tubuh seperti ini, bagi sebagian orang akan dianggap sehat dan tidak berisiko tinggi pada penyakit-penyakit berbahaya. Namun, ini tidak sepenuhnya benar. Meski Indeks Massa Tubuh atau BMI dalam batas normal, namun dalam komposisi tubuh mereka juga tidak terlepas dari adanya lemak visceral.

“Pemilik tubuh ini umumnya kehilangan kepadatan tulang dari waktu ke waktu, dan mengarah pada osteoporosis,” tutur Velikova.

Tubuh ‘Jam Pasir’

Kemudian, pada tubuh ‘jam pasir’ pun memang juga dianggap tubuh yang sehat. Bagi wanita, tubuh dengan ukuran pinggul dan payudara yang tak bebeda jauh cenderung tidak memiliki risiko kesehatan yang tinggi, jika dikaitkan dengan komposisi lemak visceral.

Meski demikian, Rogers mengungkap, bagi mereka juga berpotensi menyimpan lemak visceral terutama pada bagian-bagian organ, dan lemak subcutaneous di area perut.

Penumpukan lemak berlebihan memang berbahaya. Namun, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Dengan begitu, meski komposisi lemak visceral dan subcutaneous tetap ada dalam tubuh, jumlahnya tetap dapat terkontrol, dan akan berbalik memberi manfaat bagi tubuh.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat