RS Al Irsyad Surabaya

Dampak Screen Time Berlebihan dan Tips Aman Membatasinya

Di era digital ini, layar ponsel, tablet, komputer, dan televisi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tapi terlalu banyak menatap layar (screen time) juga membawa dampak yang cukup serius bagi kesehatan mulai dari mata yang lelah hingga gangguan tidur dan risiko metabolik.

Mengapa Screen Time Perlu Dibatasi?

Meskipun penggunaan perangkat digital sangat berguna, ada beberapa mekanisme yang membuat pemakaian layar berjam-jam punya efek negatif:

  • Menatap layar lama membuat mata tidak berkedip secara normal, yang bisa menyebabkan mata kering, iritasi, atau pandangan kabur.
  • Cahaya biru dari layar bisa mengganggu siklus tidur (melatonin) sehingga kualitas tidur menurun.
  • Posisi tubuh saat menggunakan perangkat sering kurang ergonomis → bisa menyebabkan leher, punggung, atau bahu pegal.
  • Waktu duduk lama di depan layar juga berkaitan dengan gaya hidup kurang bergerak → risiko obesitas, gangguan metabolik dan kardiovaskular meningkat.

Dampak Utama Screen Time yang Berlebihan

Beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul antara lain:

  • Sindrom mata layar komputer (Computer Vision Syndrome): mata cepat lelah, pandangan kabur, silau, sakit kepala.
  • Gangguan tidur: susah tidur atau kualitas tidur menurun karena penggunaan layar sebelum tidur.
  • Gangguan postur dan nyeri muskuloskeletal: leher pegal, punggung atas kaku.
  • Kesehatan mental: waktu layar yang panjang, terutama media sosial atau game, bisa berhubungan dengan stres, kecemasan, atau perasaan kurang bahagia.
  • Risiko metabolik: kurang aktivitas, waktu duduk yang lama → risiko diabetes, kolesterol tinggi, obesitas lebih tinggi.

Tips Praktis untuk Membatasi Screen Time

Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan, baik untuk diri sendiri maupun anak di rumah:

  1. Terapkan aturan waktu penggunaan layar
    Contoh: gunakan timer atau jadwal khusus kapan perangkat boleh digunakan misalnya sebelum makan, setelah tugas selesai, dan berhenti 1-2 jam sebelum tidur.
  2. Gunakan aturan 20-20-20 untuk mata
    Setelah 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (~6 meter) selama 20 detik. Ini membantu otot mata rileks.
  3. Atur lingkungan layar Anda
    Pastikan pencahayaan ruangan cukup, hindari sinar langsung dari belakang layar, sesuaikan posisi layar agar sedikit di bawah mata dan jaraknya tidak terlalu dekat.
  4. Prioritaskan aktivitas fisik & waktu tanpa layar
    Sisihkan waktu khusus untuk berjalan kaki, bermain di luar, atau aktivitas fisik keluarga yang tidak melibatkan gadget.
  5. Sediakan waktu “bebas layar” sebelum tidur
    Minimal 1 jam sebelum tidur, matikan layar atau alihkan ke aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku cetak atau berbincang ringan.
  6. Gunakan fitur pemantauan penggunaan layar
    Banyak perangkat kini memiliki fitur “screen time” atau “digital wellbeing” yang bisa menunjukkan berapa lama Anda menggunakan perangkat. Gunakan untuk menyadari kebiasaan Anda dan membuat perubahan.

Layar digital memang membuat hidup kita lebih mudah, namun juga menghadirkan tantangan baru bagi kesehatan jika tidak digunakan bijak. Dengan menetapkan batasan, menciptakan kebiasaan sehat, dan memberikan contoh baik kita dapat menjaga mata tetap nyaman, tidur lebih nyenyak, tubuh lebih aktif, dan mental tetap positif.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.