Cuci Tangan dengan Benar untuk Hindari Risiko Terserang Penyakit

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sedari kecil, kita sudah diajarkan untuk cuci tangan yang benar. Meski sepele, cuci tangan yang benar memiliki beragam manfaat. Salah satunya dapat menghindari dari beberapa risiko penyakit seperti hepatitis.

Dalam data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat menyebutkan bahwa 97 persen orang AS tidak mencuci tangan dengan benar. Umumnya, orang-orang tersebut tidak mencuci tangan dalam waktu yang lama dan mengeringkan tangan yang basah dengan handuk kotor.

Sementara itu di Indonesia, kasus hepatitis di Pacitan, Jawa Timur, sempat ramai menggemparkan khalayak. Dikatakan oleh Prof. Ari Fahrial Syam, akademisi sekaligus praktisi kesehatan, infeksi hepatitis merupakan infeksi endemis di Indonesia.

“Kasus hepatitis A yang jadi Kejadian Luar Biasa (KLB), biasanya berhubungan dengan makanan atau minuman yang tercemar. Karena, sebenarnya tidak mudah untuk tertular dari orang satu ke lainnya yang hanya bertemu di suatu tempat,” ungkapnya dilansir dalam suara.com.

Kemudian, kembali mengutip dari Men’s Health, pemerintah AS dan segenap pihak berkaitan berusaha meningkatkan kesadaran orang-orang tentang pentingnya cuci tangan dengan benar. Karena, cuci tangan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Selain Amerika Serikat, Indonesia sendiri akhir-akhir ini sedang gencar mengampanyekan gerakan cuci tangan. Keseriusan tentang pentingnya cuci tangan ini dapat dilihat dari tindak Ibu Negara RI yang mengampanyekan langsung pentingnya cuci tangan di PAUD Putra Pertiwi, Kota Surakarta pada Kamis (5/9), seperti dikutip dari tribunnews.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga getol mengampanyekan aksi cuci tangan ini. “Cuci tangan pakai sabun, walau kegiatan sederhana, tapi berdampak sangat signifikan sekali terhadap pencegahan bahkan penularan penyakit,” tutur Wara Pertiwi Osing, Kepala Sub Direktorat Usia Sekolah dan Remaja Kemenkes RI, mengutip dari okezone.

Meski kegiatan sepele, cuci tangan pakai sabun harus diajarkan sejak dini. Karena, cuci tangan juga salah satu perilaku positif yang wajib ada di kehidupan sehari-hari.

Setiap keluarga di rumah harus membiasakan cuci tangan dengan sabun ketika menjalani aktivitas. Misalnya saja, cuci tangan sebelum makan, setelah pergi keluar rumah, setelah buang air besar dan kecil, setelah memegang benda di sekitar rumah, sampai mau tidur.

“Kita bisa ajarkan anak-anak cuci tangan pakai sabun, yang mana mereka nanti bisa jadi agent of change,” terangnya.

Cuci tangan dengan benar dan menggunakan sabun ampuh mencegah penyakit. Salah satu penyakit yang ampuh dicegah adalah diare, yang mana menurut Wara menjadi pembunuh balita nomor satu tanpa disadari.

“Kalau pada anak, gampangnya mencegah diare. Kalau pada orang dewasa, ya mencegah flu, batuk, sesak napas. Maka penting sekali untuk cuci tangan pakai sabun setiap hari, untuk cegah penyakit fatal tersebut,” katanya.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat