Cermati Kesalahan Diet Ini agar Tak Merusak Tubuh

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Banyak orang ingin menghasilkan proses instan dan serba cepat saat diet. Padahal, proses yang seperti itu bisa merusak tubuh. Agar tak demikian, perlu kita cermati beberapa hal yang buat diet merusak tubuh.

Jika Anda masih merasa jarum timbangan tak menurun, ini bisa diartikan diet yang dilakukan gagal. Karenanya, perlu saran ahli gizi agar menemukan diet yang tepat bagi kita. Karena, jika diet salah tersebut terus dilakukan maka metabolisme tubuh akan rusak.

Dokter Petra Simic dari Bupa Health Clinics menjabarkan beberapa tanda pada tubuh jika diet gagal. Berikut tandanya, dilansir dari kompas.

Bau Mulut

Bau mulut kerap terjadi ketika tubuh mengalami proses ketosis. Ia memaparkan bahwa ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa untuk diolah menjadi energi, maka tubuh akan membakar cadangan lemak. Ketika ini terjadi, tubuh menghasilkan zat keton.

Bau yang muncul dari keton mirip seperti cairan penghapus kuteks. Orang-orang yang berdiet rendah karbohidrat juga akan mengalami hal serupa. Namun, perlu diingat, bukan hanya keton yang menjadi biang bau mulut, tapi juga dapat karena kopi, merokok, dan perawatan gigi yang buruk.

“Solusinya tambah porsi makanan, sehingga kamu bisa mendapatkan energi yang dibutuhkan dan problem pun teratasi,” katanya.

Rambut Rontok atau Menipis

Rambut yang makin menipis juga dapat menjadi tanda dalam tubuh bahwa diet kita salah. Ini merupakan indikasi kekurangan zat besi. Dokter Simic menjelaskan, zat besi berguna untuk memproduksi sel darah merah, membantu penyimpanan oksigen dalam darah, dan membawa oksigen dalam darah.

“Kalau kamu kekurangan zat besi, maka rambut akan menipis dan mungkin akan merasa lesu,” katanya.

“Perempuan di usia 20-40 tahun seharusnya memastikan bahwa diet yang mereka lakukan tinggi zat besi. Ini dikarenakan menstruasi rutin dapat mempengaruhi level zat besi dalam tubuh,” imbuh Dokter Simic.

Penyakit Celiac

Penyakit ini adalah reaksi imun tubuh karena memakan kandungan gluten pada gandum, barley, dan rye. Salah satu tanda reaksinya adalah diare yang berkepanjangan. Memakan gluten pada penderita ini dapat memicu respons usus kecil dan menimbulkan diare, kembung, turun berat badan, dan penyakit pencernaan lainnya.

Gejala ini akan hilang jika penderita benar-benar menghilangkan kandungan gluten pada asupannya. Namun, tentu saja dikatakan Dokter Simic, kondisi ini berbeda dengan intoleransi gluten. “Jika kamu mengalami gejala-gejala itu, temui dokter dan konsultasikan masalahnya,” pesannya.

Sembelit

Bila kamu kesulitan buang air besar, berarti kamu kekurangan serat pada menu dietmu. Dia mengungkapkan, sembelit juga bisa berarti kekurangan cairan.

“Baik serat maupun air dibutuhkan untuk buang air besar,” ujarnya. Serat mengikat air untuk memperlancar proses buang air besar agar lebih mudah. Untuk mengatasinya, minum lebih banyak air dengan menyertakan makanan kaya serat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Luka di Ujung Bibir

Inflamasi atau radang mulut terjadi saat adanya pecah-pecah atau luka pada ujung-ujung mulut. Hal ini bisa menjadi tanda kekurangan zat besi, bisa juga infeksi bakteri atau jamur. “Coba gunakan pelembab bibir untuk beberapa hari. Jika tidak membaik atau bahkan memburuk, konsultasikan dengan dokter kesehatan,” sarannya.

Lelah atau Kurang Energi

Mengkonsumsi karbohidrat terlalu banyak (termasuk gula) bisa membuat malas dan energi justru berkurang. Ini karema kenaikan level insulin dalam tubuhmemberi dampak pada gula darah. Ia menambahkan, orang yang tidak mengerti bisa jadi justru mengkonsumsi lebih banyak gula agar bertenaga.

“Naik-turun gula darah pun akan terjadi,” kata dia. Mengurangi gula akan membuat level energi menjadi stabil dalam waktu lama. Pilihlah makanan ringan yang perlahan melepaskan energi, seperti pisang dan kacang.

Buang Air Kecil Terlalu Sering

Kembali disampaikannya, jika Anda merasa sering ingin buang air kecil, bukan selalu berarti kamu sudah banyak minum. Urin yang terlalu pekat juga akan memicu kandung kemih untuk bereaksi.

Bila itu terjadi, kandung kemih bisa menjadi iritasi dan membuat pergi bolak-balik ke kamar mandi. Untuk mengatasinya, minumlah banyak air hingga warna urine lebih bening.

“Menariknya, kafein memiliki efek yang sama terhadap reseptor kimia pada kandung kemih. Membuatnya iritasi dan menyebabkan kamu lebih sering ke kamar mandi.”

“Namun dampak kafein berbeda untuk setiap orang. Jadi, jika kamu mengalami gejala itu, sebaiknya menghindari kafein untuk sementara. Lalu lihatlah apakah ada dampaknya,” pungkasnya.

Asam Lambung

Penyakit asam lambung atay Gastro-oesopbageal Reflux Disease (GERD) biasa ditimbulkan karena adanya cincin otot pada Esofagus yang tidak bekerja dengan optimal. Biasanya, cincin otot itu terbuka untuk masuknya makanan ke perut kemudian menutup untuk menghentikan asam pada perut kembali ke Esofagus.

Tapi, jika memiliki penyakit asam lambung, asam pada perut merembes kembali ke Esofagus dan menyebabkan heartburn atau panas di dada. “Mengkonsumsi alkohol juga akan membuat otot ini merenggang. Begitu juga merokok, kopi, kehamilan dan overweight,” kata Dokter Simic.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat