Cegah Virus, Begini Cara Memilih Hand Sanitizer yang Tepat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Salah satu upaya pencegahan agar terhindar dari penyebaran kuman dan bakteri adalah dengan menggunakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Untuk itu, agar maksimal dalam penggunaannya, kita perlu menggunakan hand sanitizer yang tepat.

Kuman dan bakteri selalu ada di mana-mana, sehingga dengan mudah menyebar ke tubuh manusia. Menurut para ahli dan dokter, tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering menjadi media penularan infeksi. Sehingga harus senantiasa membilasnya dengan air bersih dan sabun, namun bila tak ada, maka bisa dilakukan dengan menggunakan antiseptik berupa hand sanitizer.

Untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus sebaiknya seseorang memastikan memilih hand sanitizer yang ampuh. Praktisi medis, sebagaimana dikutip dari CNN sepakat bahwa hand sanitizer yang dipakai haruslah yang mengandung alkohol.

Ahli imunologi, Heather Moday mengungkapkan bahwa hand sanitizer yang paling bagus adalah cairan pembersih tangan yang berbasis etil alkohol ataupun alkohol isopropil.

“Lebih bagus lagi kalau berasal dari sumber organik atau non-transgenik. Hand sanitizer dengan 60 persen atau lebih kandungan alkohol terbukti mengurangi dan membunuh sebagian besar bakteri dan virus,” terangnya.

Apabila ada hand sanitizer, lanjutnya, dengan kadar alkohol di atas 60 persen, maka itu adalah yang paling efektif.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menyatakan, bahwa cuci tangan dengan air bersih dan sabun antiseptik adalah cara yang paling efektif membunuh kuman. Tapi dengan keterbatasan akses air atau dalam perjalanan, hand sanitizer bisa berguna asalkan dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen.

Menurut CDC, hand sanitizer berbasis alkohol hanya bisa mencegah pertumbuhan beberapa kuman. Tapi, produk pembersih ini tak mampu betul-betul mematikan seluruh jenis kuman di tangan seseorang. Kuman tertentu seperti Cryptosporidium, Norovirus, dan Clostridium difficile hanya bisa dihilangkan dengan air bersih dan mencuci tangan dengan sabun antiseptik.

Teliti Kandungan Bahan Kimia

Selain melihat kadar alkohol yang ada dalam hand sanitizer, sebaiknya perlu memeriksa kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. Jangan lupa membaca label untuk mengidentifikasi kandungan bahan kimia. Biasanya kerap tersembunyi di bawah label aroma sehingga kerap mengecoh konsumen.

Salah satu yang biasanya digunakan adalah phthalates, yang merupakan pengganggu endokrin dan bisa mengakibatkan penurunan jumlah sperma—untuk penggunaan jangka waktu yang lama.

Adapun triclosan, adalah bahan lain yang efeknya masih dalam penyelidikan FDA. Bahan-bahan ini adalah pengganggu hormon dan berkaitan dengan resistensi antibiotik.

Dengan teliti membaca kandungan bahan kimia yang terdapat di dalam hand sanitizer sebelum membelinya, maka dapat mencegah efek-efek yang dihasilkan oleh bahan-bahan tersebut.

Sehingga dengan demikian, upaya pencegahan kuman, bakteri dan virus dapat dicegah dengan penggunaan hand sanitizer yang memiliki kadar alkohol setidaknya 60 persen dan memiliki kandungan kimia yang tidak membahayakan.

Bila seseorang memiliki kulit yang sensitif terhadap alkohol, maka sebaiknya mencari hand sanitizer yang mengandung pelembab atau moisturizers. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat