Cegah Pneumonia Berat pada Anak, Segera Periksa Setelah Ketahui Gejalanya

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Ketika orang tua menemukan gejala-gejala pneumonia pada anak, maka ada beberapa penanganan yang perlu dilakukan. Hal itu tergantung dari seberapa berat gejala yang dialami. Ada pula pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yaitu dengan memberikan obat pereda dari gejala tersebut.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dr. Nurita Alami Dwi Wijayanti, Sp.A mengungkapkan bahwa pneumonia pada anak tidak langsung terjadi begitu saja. Ada beberapa gejala awal yang biasanya timbul, seperti demam, batuk, dan pilek.

“Ketika anak sudah mengalami gejala batuk, demam, pilek, maka pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan obat pereda gejala tersebut, tetapi untuk antibiotik sebaiknya harus sesuai dengan resep dokter. Sebab, penggunaan antibiotik yang sembarangan akan menyebabkan infeksi atau bakterinya kebal,” ungkapnya.

Akan tetapi, jika selama 3-5 hari gejala tersebut tak kunjung sembuh meski sudah diberi obat, maka harus segera pergi periksa ke dokter.

“Kalau gejala tersebut tidak sembuh selama 3 atau 5 hari maka segera ke rumah sakit, jangan menunggu anak itu sesak napas dan kekurangan oksigen. Karena kalau sudah begitu, perawatan lama dan biayanya pun banyak, bahkan kemungkinan akan menjadi ke pneumonia berat,” imbuhnya.

Memang di masa pandemi COVID-19 saat ini, banyak orang akan takut pergi ke rumah sakit. Namun, dr. Nurita memaparkan bahwa tak perlu khawatir, sebab di semua rumah sakit, tak terkecuali RS Al Irsyad Surabaya sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pasien selama berkunjung ke rumah sakit.

“Jadi tidak usah takut, InsyaAllah setiap rumah sakit sudah dibedakan mana pasien yang sakit dan mana pasien yang sehat untuk jadwal konsultasi. Tempatnya pun cukup nyaman karena tidak berkumpul dengan pasien-pasien yang lain yang memiliki risiko COVID-19. Selain itu, sebelum masuk ke rumah sakit pun ada skrining awal pengunjung,” jelasnya.

Dengan demikian, perlunya memperhatikan gejala-gejala yang terjadi pada anak sebelum bertambah parah.

Pencegahan Pneumonia pada Anak

Sementara itu, selain imunisasi, dr. Nurita juga menyampaikan tentang pencegahan agar anak terhindar dari pneumonia, yakni memantau lingkungan sekitar, apakah area rumah memiliki banyak polusi udara? Atau bahkan orang rumah ada yang merokok, maka sebaiknya dihindari.

“Mulai dari asap rokok, kalau memang ada orang tua yang merokok maka sebaiknya merokok di luar rumah. Sebelum masuk rumah, jangan lupa untuk ganti baju, mandi, kumur, sikat gigi, baru boleh gendong anak,” terangnya.

Tak lupa pula senantiasa mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi COVID-19 dengan baik, seperti memakai masker, tidak berkerumun, jaga jarak, cuci tangan, dan memberikan nutrisi yang baik pada anak-anak, apalagi jika mereka kekurangan berat badan, itu risiko terkena radang paru juga lebih besar.

“Untuk seluruh orang tua, kenali tanda bahaya pada anak, pastikan bahwa kondisi atau gejala-gejala yang muncul tidak membahayakan anak. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi pandemi yang cukup panjang dan berat. Sehingga jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan,” saran dr. Nurita. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat