Cegah Kematian, Kenali Cara Deteksi Dini Penyakit Jantung

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sakit jantung menjadi penyakit mematikan di seluruh dunia. Jika terlambat ditangani, nyawa pun bisa melayang. Namun, hal ini dapat dicegah jika kita tahu bagaimana cara mendeteksi dini seseorang berisiko memiliki penyakit jantung.

Pemerintah telah melakukan berbagai kampanye dan kegiatan-kegiatan untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, menurut Dr. dr. Isman Firdaus dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), juga perlu komitmen individu untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

“Kita harus membuat janji terhadap diri sendiri untuk menyehatkan jantung kita. Salah satunya mungkin berhenti merokok, mulai konsumsi makanan sehat, dan mulai berolahraga,” kata pria yang juga sebagai Ketua di PERKI tersebut, dikutip dari antaranews.

Meski sudah melakukan langkah sederhana untuk pencegahan, pemeriksaan menyeluruh juga diperlukan. Jika Anda sudah terdeteksi memiliki penyakit jantung, ada baiknya tetap menjaga gaya hidup sehat, dan mengonsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter serta berkonsultasi secara berkala.

Komitmen individu dalam menekan risiko penyakit jantung menjadi hal yang paling penting. Hal ini juga ditegaskan oleh dr. Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI.

Ia beranggapan bahwa memang jumlah penderita penyakit jantung atau kardiovaskular tidak bisa dikurangi. Tapi, tiap individunya dapat berkomitmen untuk mencegahnya agar risiko penyakit jantung tidak semakin meningkat.

“Mengurangi yang sakit jantung tidak bisa, tapi mencegah sakit jantung sangat bisa. Tergantung kemauan dan komitmen tiap individu untuk mengubah gaya hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Akmal Arief Fauzi dari Institut Jantung Negara Malaysia, ada beberapa tanda yang bisa dideteksi pada orang yang terkena penyakit jantung. Jika tanda-tanda ini diketahui lebih awal, maka bisa ditangani dengan segera. Karena, pada penyakit jantung, ada tanda yang terlihat dan tidak terlihat.

Lalu, penyebab dari penyakit ini pun ada dua faktor umum. Faktor yang pertama adalah usia. Orang-orang yang telah menginjak usia 40 tahun, minimal harus melakukan perawatan jantung setahun sekali.

“Seperti saluran air, saat dipasang awal-awal lancar, tetapi lama-lama setelah lima hingga 30 tahun aliran air akan tersumbat. Sama juga saluran darah, begitu usia meningkat, risiko tersumbat dapat menyebabkan penyakit jantung,” terangnya.

Selain umur, faktor keturunan juga menjadi penyebab adanya penyakit jantung. “Jika orang tua sudah ada riwayat penyakit jantung, maka sekali lagi, kita harus menjalani pemeriksaan rutin, apalagi kalau usia sudah 40 tahun,” tandasnya sembari mengingatkan.

“Kita perlu bekerja sama. Karena, kalau kita lihat penyakit ini merupakan penyakit yang harus kita berikan kesadaran pada masyarakat, karena pencegahan lebih penting,” imbuhnya.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat