Cegah Anemia Pada Ibu Hamil Dapat Atasi Masalah Stunting

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Kelahiran bayi stunting masih kerap terjadi di Indonesia, sehingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan ada salah satu cara untuk mencegah stunting yakni dengan mencegah anemia pada ibu hamil.

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, dr. Kirana Pritasari, MQIH menekankan pentingnya asupan nutrisi yang tercukupi bagi ibu hamil.

“Kalau berikan nasihatnya makan sayur yang banyak, berarti dia harus makan yang banyak sekali,” ujarnya.

Bila nutrisi tak tercukupi akan menyebabkan ibu hamil mengalami anemia, yang nantinya berpotensi besar melahirkan bayi stunting dan dapat membahayakan nyawa ibu.

“Ibu hamil anemia berisiko melahirkan bayi stunting dan angka kematian ibu yang tinggi,” papar Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dhian Probhoyekti.

Anemia sendiri merupakan kondisi tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau saat sel darah merah tak berfungsi normal. Sel darah merah memiliki bagian utama, yakni hemoglobin (Hb) untuk mengikat oksigen.

Dalam kondisi hamil, ibu memerlukan asupan tiga nutrisi pembentuk hemoglobin yakni zat besi, vitamin B12 dan asam folat. Sebab, kadar hemoglobin pada ibu hamil lebih rendah daripada orang yang tidak hamil.

Mengutip dari CNNIndonesia, Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) dan Riskesdas 2018 mencatat, sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia atau setara dengan 5 dari 10 ibu hamil.

“Sebenarnya ada program pemberian tablet tambah darah (untuk mengatasi anemia pada ibu hamil), tapi tidak dijalankan sesuai prosedur,” lanjutnya.

Dari sekian banyak ibu hamil, dilaporkan hanya 38,1 persen yang patuh mengonsumsi tablet tambah darah. Perkaranya bukan pada pasokan suplemen, melainkan tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat mengenai pemenuhan nutrisi yang rendah.

Seharusnya bila pemberian tablet tambah darah dijalankan sesuai prosedur maka selama masa kehamilan, setidaknya ibu hamil perlu mengonsumsi 90 butir atau lebih untuk mengantisipasi terjadinya anemia.

Program Menekan Angka Anemia Pada Ibu Hamil

Untuk itu, melalui program Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (MITRA), Nutrition International (NI) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, Australia dan Kanada, menekan angka anemia pada ibu hamil. Program dilaksanakan sejak Agustus 2015 di 20 kabupaten yang tersebar di provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Program ini merupakan program suplementasi zat gizi mikro terintegrasi yang berkontribusi untuk menurunkan anemia pada ibu hamil. Dua provinsi dipilih sebab angka stunting yang tinggi.

Di NTT, terdapat 42,6 persen kasus dan berpredikat sebagai daerah tertinggi stunting. Sedangkan Jatim sebanyak 32,8 persen.

“Data di 2019 menyebut, kasus stunting nasional sebanyak 27,3 persen. Besaran kasus keduanya di atas angka stunting nasional,” tutur Dhian.

Beragam kegiatan dilakukan mulai dari peningkatan kapasitas, advokasi, penguatan manajemen program, monitoring evaluasi dalam pemberian TTD, pemberian vitamin A hingga pemberian zinc pada penderita diare.

Dengan diadakannya program ini diharapkan dapat mencegah anemia pada ibu hamil sehingga menurunkan angka stunting di Indonesia. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat