Bisa Serang Non-perokok, Ini Gejala Kanker Paru-Paru

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Meski kerap diasosiasikan dengan penggunaan nikotin, namun kanker ini tak hanya menyerang para perokok. Kanker paru-paru menjadi satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia.

Salah satunya pada Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium 4B sejak Januari 2018 hingga akhirnya wafat pada 7 Juli 2019 lalu.

Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 2,09 juta kasus kanker paru terjadi di dunia pada 2018. Mengutip Very Well Health, sekitar 10-15 persen kanker paru terjadi pada orang bukan perokok. Sebanyak 50 persen lainnya terjadi pada mantan perokok, dan sisanya adalah para perokok itu sendiri.

Kanker paru-paru berkembang secara perlahan, sehingga tidak menimbulkan gejala ketika kanker masih stadium awal. Gejala baru akan muncul ketika tumor sudah cukup besar atau kanker sudah menyebar ke jaringan lain. Jenis kanker yang menyerang paru-paru pada orang bukan perokok adalah Adenokarsima. 


Sesak napas dan rasa mudah lelah hanyalah sebagian dari deretan gejala kanker paru pada non-perokok. Nyeri tulang yang menjalar juga menggambarkan penyebaran kanker ke bagian lain tubuh. Selain itu, gejala yang dapat ditemui antara lain batuk kronis yang dapat disertai dahak atau darah, suara serak, tubuh lemas, berat badan turun drastis, nyeri dada, dan sesak napas.

Jika kanker telah menyebar ke jaringan atau organ tubuh sekitarnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, atau hati, maka akan muncul gejal-gejala tambahan, seperti sakit kepala, nyeri tulang dan sendi, mata dan kulit menguning, pembengkakan di leher dan wajah, penurunan daya ingat, mati rasa di lengan atau tungkai, hingga gangguan keseimbangan.

Oleh sebab itu, jika muncul gejala-gejala atau gangguan kesehatan lain yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter, karena deteksi dini dapat memperbesar peluang kesembuhan serta mempercepat proses pengobatan dan pemulihan.

Selain itu, pekerja yang sering terpapar zat kimia juga dianjurkan melakukan pemeriksaan berkala. 

Salah satu komplikasi dari kanker paru-paru dikenal dengan superior vena cava syndrome. Komplikasi ini terjadi jika tumor muncul di bagian atas paru-paru dan menekan vena besar yang bertugas mengembalikan darah dari tubuh bagian atas ke jantung.

Tekanan pada vena besar ini menyebabkan aliran darah terhambat dan memicu munculnya gejala, seperti pembengkakan di wajah, lengan, dan tubuh bagian atas, sulit menelan, serta sesak napas.(nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat