Bisa Jadi Masalah Serius, Amati 6 Tanda Penyumbatan Pembuluh

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Penyumbatan pembuluh darah dapat berujung mematikan pada seseorang. Agar tak terjadi hal demikian, maka perlu kita kenali dan amati tanda-tandanya. Dengan begitu, risiko kematian pun dapat dikurangi.

Penyumbatan pembuluh darah biasanya terjadi karena adanya penumpukan gumpalan darah. Sebenarnya, hal ini bagus jika terjadi pada bagian yang luka dan berfungsi untuk menghentikan pendarahan. Namun, dalam kondisi tertentu, penumpukan ini pun juga bisa membahayakan.

“Saat gumpalan darah terbentuk di sistem yang lebih dalam, bisa menjadi sangat menyakitkan dan berbahaya,” kata Luis Navarro, MD, pemilik Vein Treatment Centre, New York, dilansir dari Men’s Health.

Gumpalan darah tersebut dinamai deep vein thrombosis (DVT). Hal ini menyebabkan aliran darah tidak lancar, macet, dan jelas mengganggu kinerja organ-organ dalam tubuh.

Jika ini semakin parah, DVT dapat pecah dan menyebar ke organ lain. Misalnya saja, jika masuk paru-paru dapat menyebabkan embolisme, dimana organ paru-paru tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.

“Gejala awal yang dialami adalah nyeri di betis seperti kram otot, kulit yang memerah dan bengkak, serta terasa hangat pada kulit yang terkena,” kata dr. Diah Rachmaniah, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung RS Al Irsyad Surabaya.

Agar dapat segera ditangani, maka ada tanda-tanda yang perlu dikenali dan diamati. Berikut adalah tanda-tandanya.

Pembengkakan Salah Satu Bagian Tubuh

Bagian lengan atau kaki yang membengkak menjadi tanda umum pada penderita DVT. Dokter Navarro mengungkap, gumpalan darah yang sehat ke kaki dan akhirnya mengumpul di gumpalan darah tersebut. Sehingga, hal demikian menyebabkan bengkak. Jika pada tubuh terjadi hal demikian, segera periksakan diri ke dokter.

Nyeri pada Kaki atau Lengan

Pada DVT selain pembengkakan, biasanya juga disertai nyeri. Namun, terkadang nyeri karena penyumbatan pembuluh darah disalah artikan sebagai kram otot atau keselo.

Rasa nyeri karena penggumpalan tubuh ini datang ketika berjalan atau meregangkan kaki ke atas. Jika disamping nyeri, Anda juga merasa kejang urat dan tak bisa dihilangkan hingga menyebabkan kulit di daerah tersebut pucat atau terasa hangat, segera periksakan diri ke dokter.

Kulit Memerah

Kulit yang memerah seperti ada lebam atau ruam juga salah satu dari sekian tanda DVT. Pada DVT, kulit akan terlihat berubah warna seperti lebam, pucat, kadang juga sedikit kemerahan. Pada bagian kaki, DVT lebih sering menyebabkan kemerahan.

Menurut Aliansi Penyumbatan Darah Nasional, Amerika Serikat, DVT menyebabkan kemerahan pada kaki atau tangan yang terkena. Serta pada bagian tersebut dapat muncul rasa hangat bila disentuh.

Nyeri pada Dada

DVT ternyata juga dapat memberi nyeri pada dada. Nyeri pada dada ini juga pertanda embolisme paru-paru. Gejalanya ini memang mirip dengan serangan jantung.

Bedanya, pada embolisme paru akan terasa lebih tajam dan menusuk ketika menarik nafas panjang. Embolisme akan lebih terlihat pada pernafasan, semakin sering Anda menarik nafas, maka akan semakin memburuk rasanya.

Susah Bernafas dan Berdebar

Jika penyumbatan darah terjadi di paru-paru, tentunya akan membuat seseorang kesulitan bernafas. Karena, penyumbatan akan membuat paru-paru kekurangan suplai oksigen. Jika kadar oksigen pada tubuh menurun, denyut jantung pun akan makin kencang.

“Jika Anda merasa berdebar-debar dan sulit untuk bernafas dengan dalam, bisa jadi tubuhmu memberi sinyal adanya embolisme paru-paru yang ada di dalam paru-paru Anda,” tutur dr. Navarro.

Batuk yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Emboli yang terjadi pada orang dengan DVT, selain menyebabkan susah bernafas dan membuat jantung berdebar cepat, terkadang juga membuat Anda batuk. Embolisme pada paru-paru dapat dipastikan jika seseorang mengalami hal-hal seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Menurut dr. Navarro, batuk akibat DVT biasanya kering, bahkan bisa juga hingga berdahak atau mengeluarkan darah.

Tanda-tanda di atas perlu dikenali dan diamati dengan baik. Jika terjadi pada diri sendiri atau orang lain, Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, risiko kematian akibat DVT dapat dikurangi.

Sementara itu, di RS Al Irsyad sendiri telah menangani berbagai kasus DVT. “RS sudah beberapa kali melakukan diagnosis dan penatalaksanaan DVT,” kata Dokter Spesialis Jantung RS Al Irsyad itu.

Setelah ditemukan di bagian tubuh mana DVT terjadi selanjutnya adalah pengobatan DVT. Pengobatan pada penyakit ini dilakukan dengan memberi konsumsi obat anti pembekuan darah dan komplikasi emboli paru-paru dapat diminimalisasi.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat