Berkebun Bisa Jadi Cara Jaga Kesehatan Mental Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Masa-masa pembatasan fisik atau physical distancing sertaisolasi mandiri seperti saatini sarat dengan meningkatnya kebosanan hingga tingkat stres seseorang. Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk mengusir kebosanan tersebut. Salah satunya ialah berkebun.

Berkebun dapat menjadi salah satu cara untuk mengusir kebosanan di rumah saat masa pembatasan fisik dan isolasi mandiri. Kegiatan ini tepat dilakukan bagi para pegiat work from home (WFH) ataupun para kelompok berisiko tertular seperti lansia dan penderita diabetes.

“Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya menanam pohon di pekarangan rumah. Itu bisa membantu mengendalikan emosi selama masa pembatasan fisik,” kata Prof. dr. Purnawan, M.Ph., Ph.D, dikutip dalam Suara.

Masa-masa pembatasan fisik seperti sekarang rentan meningkatkan tingkat stres pada seseorang. Yang terjadi sekarang adalah dunia sedang dalam masa kritis. Pemberitaan media massa yang masif dan berbagai berita bohong yang tersebar dapat membuat seseorang makin rentan mengalami gangguan mental.

Stres, bingung, cemas, sedih, dan panik adalah reaksi psikologi yang wajar saat krisis. “Ekspresi tiap orang berbeda, tergantung kepribadiannya,” kata Lahargo Kembaren, pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dikutip dari Kompas.

Pernyataan Purnawan senada dengan hasil penelitian yang diterbitkan oleh Environmental Health Perspectives. Dalam penelitian tersebut menyebutkan, bahwa orang yang tinggal di lokasi yang dipenuhi tanaman terbukti memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik.

Dalam penelitian itu disebutkan, risiko kematian karena depresi berkurang sebesar 30 persen. Tim Lang, Ph.D, profesor kebijakan pangan di City University London mengungkap, kontak teratur dengan tanaman, hewan, dan lingkungan alam dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental.

“Untuk sejumlah besar orang dalam masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa yang hidup dengan masalah kesehatan fisik atau mental, berkebun dapat sangat bermanfaat,” jelasnya.

Kegiatan berkebun dapat meringankan gejala penyakit serius hingga mencegah perkembangan gejala penyakit. Berkebun dapat menjadi salah satu cara mengenalkan orang tentang cara hidup yang sehat, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental dalam jangka panjang.

“Bahkan jika Anda sedang baik-baik saja, berkebun tetap sangat baik untuk dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Hilda Burke seorang psikoterapis ternama juga mengatakan bahwa kegiatan berkebun adalah hal yang unik. Karena, kegiatan ini membuat kita terhubung pada bumi.

“Bersentuhan dengan tanah, menanam sesuatu, sabar menunggu hasil, dan memelihara bibit, menawarkan pelajaran berharga bagi kehidupan pribadi kita. Pasien yang gemar berkebun menjadi penuh kasih dan memelihara diri dengan baik,” lanjut Hilda.

Kemudian, dalam studi yang terbit dalam jurnal Psychiatry Investigation Mei 2002 juga menemukan, bahwa terapi hortikultura sangat menguntungkan pasien yang mengidap demensia.

Ini karena terapi ini signifikan mengurangi rasa sakit, meningkatkan perhatian, mengurangi stres, dan mengurangi risiko jatuh. Dalam penelitian ini pun membuktikan, jika suasana hati dan keramahan seseorang dapat meningkat karena terbiasa berkebun.

Dengan begitu, berkebun setidaknya dapat mengurangi kebosanan serta stress, sehingga mental tetap terjaga dan tidak mengurangi kemampuan imunitas tubuh. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat