Berikan ASI, Ketahui Beda Kosongkan Payudara Pakai Pompa dengan Menyusui Langsung

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kira-kira, apa perbedaan antara pemberian ASI menggunakan pompa payudara dengan menyusui secara langsung si buah hati? Ternyata, perbedaan antar keduanya, berhubungan dengan kelancaran pada produksi ASI. Simak penjelasannya.

Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Wiyarni Pambudi, mengungkapkan, bahwa alat pompa tidak bisa merangsang produksi ASI. Tetapi kalau ibu mengosongkan ASI dengan mulut bayi, maka ini akan merangsang hormon prolaktik yang akan mengalirkan ASI.

Karena pengosongan payudara melalui proses menyusui bayi bisa merangsang asupan ASI baru, maka, ibu disarankan menyusui sesering bayi ingin. Selain itu, ibu dan bayi sebaiknya dalam satu ruangan agar bila bayi memberi tanda ingin menyusu, ibu bisa langsung memberikan ASI-nya.

Dalam acara daring bertajuk “Bincang-bincang seputar 100% ASI Pasti Melimpah” pada Jumat (30/4), disebutkannya, selama 24 jam berinteraksi dengan bayi, ibu akan mendapatkan hormon oksitosin. Kalau oksitosin baik karena ibu happy tetapi tidak menyusui (menyusui terjadwal tidak disarankan), maka membuat produksi hormon prolaktin terhambat.

Ada tiga aspek penting yang perlu para ibu ketahui tentang kelancaran produksi ASI. Pertama, melakukan kontak kulit ke kulit tanpa gangguan sesering mungkin. Ada mitos menyebut, bahwa sering memegang bayi bisa membuatnya bau tangan. Padahal, kesempatan kontak kulit ke kulit ibu dan bayi merupakan salah satu rangsangan yang penting untuk membantu produksi ASI.

Kedua, ibu harus merasa nyaman secara fisik dan psikis untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan sebaiknya ibu membekali diri dengan pengetahuan sehingga bisa mengerjakan perlekatan selama proses menyusui.

Sebelum bayi lahir atau selama kehamilan, ibu atau ayah sudah harus berkomitmen memberikan ASI eksklusif, karena terkait menyusui optimal dimulai di hari-hari awal. Jika di pekan pertama orang tua bisa memberikan kesempatan baik berinteraksi dengan bayi, menyusui, merespons tanda bayi tanpa komen di pekan pertama, maka proses menyusui akan optimal.

Cara memeriksa asupan ASI

Untuk memastikan asupan ASI yang ibu berikan cukup pada bayi mereka, ibu bisa mengetahui dengan melihat frekuensi bayi buang air kecil (BAK). Frekuensi BAK pada bayi baru lahir tidak sama dengan bayi yang lahir seminggu yang bisa enam kali sehari.

Bayi baru lahir umumnya buang air kecil satu kali, kemudian bayi dua hari lahir biasanya dua kali buang air dan seterusnya pada hari keenam dia bisa enam kali buang air. Bila air seninya cukup, maka berarti asupan cairannya juga cukup.

Selain itu, evaluasi kenaikan berat badan bayi. Pastikan berat badannya tidak turun lebih dari 10 persen dari berat lahir.

Wiyarni mengingatkan, tidak ada makanan sesempurna ASI sampai usia anak 6 bulan, karena setelah itu anak membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI). ASI berfungsi sebagai nutrisi bagi bayi, berperan dalam faktor neuro, psiko, dan imunologi bayi.

Di dalam ASI terdapat banyak zat yang menunjang sel saraf, kecerdasan lebih baik dan respon stres lebih baik. Zat lainnya yakni yang bersifat protektif untuk membangun sistem imun yang baik sehingga bayi ASI punya pertahanan lebih baik dan jarang sakit.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat