Berenang Beri Manfaat Pada Pasien Paru Kronis

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Olahraga air seperti berenang diketahui baik untuk penderita asma. Ternyata tak cuma asma, karena peneliti menemukan olahraga air bisa jadi latihan terbaik bagi orang dengan penyakit paru kronis.

Olahraga terbaik untuk kesehatan paru adalah berenang. Sistem pernafasan dan peredaran darah ke seluruh tubuh yang baik sangat tergantung pada kondisi paru-paru yang sehat. Untuk itu jauhi kebiasaan yang bisa memperburuk paru-paru seperti merokok dan lakukan olahraga yang terbaik untuk paru-paru yaitu renang.

American Lung Association menjelaskan manusia mengambil sekitar 20.000 napas per harinya. Setiap napas yang masuk akan melalui sistem pernapasan yaitu hidung, tenggorokan, trakea dan paru-paru. Oksigen dari napas ini akan dialirkan ke seluruh pembuluh darah lalu masuk ke masing-masing sel.

Profesor Jeremy Barnes menuturkan olahraga tertentu bisa membuat seseorang jauh lebih baik dalam mengangkut dan menggunakan oksigen. Olahraga yang tepat seperti renang mampu meningkatkan volume darah sehingga lebih banyak oksigen yang masuk ke dalam paru-paru dan otot serta lebih efisien dalam pelepasan karbon dioksida.

“Lingkungan sekitar kolam renang membuat sistem pengiriman oksigen menjadi labih baik ketika seseorang tengah berbaring,” ujar Jim Miller, salah satu tim dokter untuk atlet renang Amerika Serikat, seperti dikutip dari Livestrong.

Peneliti dari Australia menemukan berolahraga di kolam renang bisa meningkatkan ketahanan fisik dan energi pada orang yang memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan fisik dari orang yang obesitas atau sakit punggung.

PPOK adalah gangguan paru-paru kronis dan progresif yang ditandai dengan sulitnya bernapas terutama saat mengeluarkan udara dari paru-paru. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menurunkan kualitas hidup.

Peserta yang ikut studi ini melaporkan olahraga air meningkatkan aspek fungsional dari kehidupannya sehari-hari seperti stamina meningkat dan kemampuannya menyelesaikan tugas, serta mampu berjalan jauh.

“Mereka juga melaporkan kelelahan dan sesak napasnya berkurang saat menyelesaikan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan berpakaian,” ujar Renae McNamara, terapis fisik dari The Prince of Wales Hospital di Randwick, seperti dikutip dari Reuters.

McNamara menuturkan penelitian yang baru dipublikasikan secara online dalam European Respiratory Journal ini merupakan studi pertama yang menguji manfaat olahraga pada kelompok pasien. Pasien dengan PPOK sering tidak bisa mengikuti latihan karena aktivitas ini tergolong sangat berat.

“Kami percaya bahwa latihan berbasis air lebih menguntungkan untuk beberapa alasan. Ada beberapa kekhawatiran orang dengan PPOK tidak mungkin mentolerir tekanan dari air, tapi peneliti tidak melihat ada partisipan yang keluar karena PPOK nya memburuk,” paparnya. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat