Berakibat Mematikan, Kenali Gejala Terinfeksi Virus Corona

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Baru-baru ini dunia digemparkan dengan wabah virus Corona yang belum ada obatnya. Akibat penyakit ini banyak nyawa melayang. Agar dapat diantisipasi kemungkinan terburuknya, gejala-gejala terinfeksi virus ini perlu diketahui.

Dalam data yang telah dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan RI, di Tiongkok sudah sebanyak 59 kasus ditemukan. Virus ini pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok. Sejak kemunculannya, sudah 9 orang meninggal di Tiongkok dan sedikitnya 400 orang dari 13 provinsi di Tiongkok terinfeksi.

Sementara itu, data yang dilansir dari CNBC mengungkap sudah sebanyak 540 kasus dan jumlah korban tewas mencapai 17 orang. Dengan obat atau anti virus yang belum ada dan potensi terinfeksi yang dapat menyebabkan kematian seseorang, tentu ini harus diwaspadai.

Dalam USA Today dijelaskan bahwa tanda-tanda seseorang terinfeksi virus ini yakni adanya batuk, demam, sesak dan kesulitan bernapas. Jika sudah parah, maka infeksi virus ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan kematian.

Hingga saat ini, vaksin untuk mengobati virus ini masih dikembangkan. “Pengembangan vaksin adalah proses yang kompleks, dan belum bisa tersedia besok,” jelas Nancy Messonier, Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernapasan dalam situs yang sama.

Selain itu, dipaparkan oleh dr. Mark R. Denison, Spesialis Penyakit Menular di Universitas Kedokteran Vanderbilt, yang juga mempelajari virus ini bahwa orang-orang yang terinfeksi tapi tidak muncul gejala sama sekali malah dapat membahayakan. Karena, mereka akan tetap bisa bepergian, bekerja, jalan-jalan, berbelanja, dan berpotensi menularkan virus tersebut pada orang lain.

Kementerian Kesehatan Serius Cegah Virus Corona Masuk ke Indonesia

Dengan wabah tersebut, semua negara mengantisipasi agar penyebaran virus ini tak meluas, termasuk di Indonesia. Dalam hal antisipasi ini dilakukan dengan menyiapkan beberapa RS untuk penanganan infeksi virus ini.

“Kemenkes sudah menetapkan 100 RS rujukan untuk infeksi emerging. Diharapkan 100 RS ini sudah harus memiliki sarana prasarana sesuai standar untuk menangani kasus emerging, karena pernah menangani kasus flu burung,” jelas Direktur Survailans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, drg. Vensya Sitohang, M.Epid, dikutip dari detikhealth.

Kemudian, pemerintah juga memasang 135 thermal scanner di pintu masuk kedatangan di beberapa bandara. Pengunjung dengan gejala demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan dari Tiongkok akan langsung ditangani secara komprehensif.

Ditegaskan oleh dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, hingga saat ini di Indonesia masih belum ditemukan kasus infeksi virus Corona. Hal yang sama juga dikabarkan oleh KBRI Tiongkok, bahwa masih belum ada WNI yang terinfeksi virus Corona.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat