Beragam Penyakit yang Mengintai Anak Jika Tak Lakukan Imunisasi

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Meski pandemi COVID-19 masih belum berakhir, namun pelaksanaan imunisasi anak tetap wajib dilakukan. Pasalnya, imunisasi dilakukan sebagai upaya mencegah beragam penyakit pada anak.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Pulungan menyampaikan bahwa selama masa pandemi COVID-19 cakupan imunisasi anak mengalami penurunan, “Cakupan imunisasi kita menurun pada anak maupun bayi. Kita harus memikirkan juga cakupan imunisasi pada anak-anak yang akan sekolah seperti anak SD karena bulan imunisasi anak sekolah belum berjalan selama pandemi,” ujarnya.

Imunisasi sendiri merupakan upaya untuk membentuk sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang agar kebal terhadap penyakit. Imunisasi bisa diberikan sejak bayi hingga usia anak, beberapa imunisasi juga diberikan di usia dewasa untuk mencegah penyakit tertentu.

Ada 6 imunisasi dasar yang biasa diberikan, disesuaikan dengan usia anak. Ada imunisasi hepatitis B, BCG dan polio, DPT, HiB, dan campak. Imunisasi hepatitis sendiri diberikan beberapa kali di usia 0 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Selain itu, ada pula imunisasi lanjutan untuk usia 18 bulan-24 bulan yang bertujuan sebagai booster imunisasi pertama. Anak usia SD juga diberikan kembali imunisasi untuk menciptakan booster imun yang mencegah penyakit.

Untuk itulah, Dokter Spesialis Anak RS Al Irsyad Surabaya, dr. Nurita Alami Dwi Wijayanti, Sp. A menyarankan agar anak melakukan imunisasi. Ia menegaskan bahwa imunisasi harus tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan meski di masa pandemi saat ini.

Pasalnya, imunisasi terbukti dapat mencegah 2-3 juta kematian pada anak setiap tahunnya. Imunisasi juga membantu mencegah anak terjangkit penyakit, serta menghindari risiko resistensi antibiotik pada anak.

“Jika tidak dilakukan, anak akan terancam tertular infeksi yang seharusya bisa dicegah dengan imunisasi. Apalagi bila itu imunisasi pertama maka tetap wajib diberikan sesuai jadwalnya. Sedangkan untuk imunisasi ulangan dapat ditunda,” tegasnya.

Orang tua pun dapat melakukan janji temu dengan dokter terlebih dahulu dan baik orang tua maupun petugas kesehatan di rumah sakit harus senantiasa memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan virus tersebut.

Berikut ini beberapa penyakit yang berisiko tinggi dapat diderita anak, antara lain: 

Hepatitis B

Bayi baru lahir biasanya akan diberikan imunisasi hepatitis B untuk mencegah infeksi hati. Imunisasi hepatitis B juga diberikan kembali pada usia 2,3,4, dan 18 bulan. 

Penyakit hepatitis B rentan menulari bayi dan anak-anak karena sistem kekebalan tubuhnya masih lemah. Imunisasi bisa membantu meningkatkan sistem imun sehingga tubuh anak kuat melawan virus hepatitis B. 

Difteri

Difteri adalah infeksi akibat bakteri pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini tak selalu menunjukkan gejala, namun bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa. 

Bakteri difteri mengeluarkan racun yang dapat merusak organ dalam tubuh dan berisiko kematian. Di Indonesia, difteri bisa dicegah dengan imunisasi DPT.

TBC

Tuberkulosis atau TBC disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Imunisasi BCG dapat mencegah TBC pada anak. Pemerintah juga telah mewajibkan pemberian imunisasi BCG pada anak dan balita. 

Campak

Campak atau rubella merupakan infeksi menular akibat virus. Gejala campak berupa ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak yang tak ditangani dengan baik bisa mengarah pada komplikasi serius. Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi MR. 

Polio

Polio adalah penyakit akibat infeksi virus yang berbahaya karena menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini mudah menyebar terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan polio. Imunisasi menjadi satu-satunya cara pencegahan penyakit ini.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat