Beragam Cara Jaga Kesehatan Lansia di Tengah Pandemi COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Selain anjuran untuk menjaga jarak dan terus berada di dalam rumah, selama pandemi virus korona setiap orang juga disarankan untuk menjaga kesehatan. Terlebih lagi bagi para lansia yang rentan terhadap virus ini, sehingga perlu memberikan perhatian lebih.

Tubuh yang kehilangan fungsi seiring pertambahan usia, pola makan buruk, kurangnya olahraga, dan kesepian. Hal itulah yang membuat lansia masuk dalam kelompok yang rentan terhadap dampak kesehatan yang merugikan karena terus-terusan di rumah karena masa karantina.

Untuk itu, di Hari Lanjut Usia Nasional hari ini, yang diperingati setiap tanggal 29 Mei sejak tahun 1996, ketahui beragam cara menjaga kesehatan lansia selama masa karantina di rumah saja.

Asupan makan teratur dan bergizi

Profesor Geriatri di University of California San Francisco, Louise Aronson mengatakan, semakin bertambah usia, metabolisme seseorang akan melambat dan kurang aktif. Sehingga tubuh akan mengalami perlambatan dalam mencerna makanan dan menyerap nutrisi.

“Semakin bertambah usia, metabolisme Anda melambat dan Anda mungkin kurang aktif, yang mana menurunkan jumlah kalori yang terbakar selama sehari,” paparnya.

Hal itulah yang membuat lansia cenderung makan dengan porsi lebih sedikit. Jika normalnya makan tiga kali sehari, maka lansia bisa hanya dua kali. Di mana porsi makan yang sedikit ini berarti membuat berat badan turun, dan membawa pengaruh pada sistem imun tubuh.

Padahal, sebaiknya lansia tetap memberikan asupan buat tubuh sama halnya saat mereka masih muda. “Makan beragam makanan yang berwarna membantu Anda memperoleh asupan vitamin, mineral, dan mikronutrien yang mendukung sistem imun,” imbuh Louise dilansir dari cnnindonesia.com.

Penting pula untuk memastikan bahwa mereka yang sudah memasuki fase lanjut usia mengonsumsi makanan yang mengandung 25-30 gram protein secara reguler. Selain itu, menjaga keseimbangan sumber protein juga berdampak besar untuk hidup tetap sehat dan terus aktif.

Menurut Pedoman Nasional Asuhan Nutrisi pada orang usia lanjut dan pasien geriatri (PERGEMI) 2017, jumlah konsumsi protein yang dibutuhkan oleh lansia sendiri 50 persen lebih tinggi dari orang dewasa pada umumnya.

Bergerak

Direktur Divisi Geriatri di Duke University, Cathleen Colon-Emeric menjelaskan, bahwa aktivitas fisik atau bergerak lebih baik dilakukan untuk lansia daripada tidak sama sekali. Sebaiknya, olahraga ini dilakukan dua kali sehari selama 15 menit, daripada sekali olahraga 30 menit.

Ada empat jenis aktivitas fisik yang sebaiknya dilakukan oleh lansia yakni, peregangan untuk mencegah cedera, latihan keseimbangan untuk mencegah jatuh, resistance training untuk membangun otot dan aerobik semisal jalan dan renang untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

“Lakukan aerobik di pagi hari saat Anda punya banyak energi, peregangan selama 10 menit saat makan siang, dan di akhir bisa latihan angkat beban. Bisa memakai kantong beras, kaleng makanan, atau botol air,” tuturnya.

Konsultasi via telepon

CDC mengimbau masyarakat untuk tidak kontrol ke dokter sebagai upaya mencegah penularan virus. Untuk itu, lansia perlu mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi via telepon.

Di awal mungkin terasa aneh karena harus membuat janji lalu baru bisa kontak dengan dokter. Namun, konsultasi ini baiknya tetap berjalan apalagi untuk lansia yang memiliki penyakit kronis.

Jarak fisik

Interaksi sosial di kalangan lansia merupakan bagian dari kesejahteraan mereka. Ini pun berhubungan dengan penurunan risiko berbagai penyakit mulai dari alzheimer, penyakit jantung, hingga kanker.

Akan tetapi selama masa karantina pencegahan penyebaran COVID-19, Colon-Emeric pun menyarankan lansia untuk mengatur jadwal video call dengan keluarga, bermain gim daring dengan teman, atau mengadakan makan malam bersama via aplikasi.

Apabila belum bisa mengoperasikan teknologi, maka bisa meminta tolong pada anggota keluarga lain. Meski teknologi sebenarnya bisa dipelajari oleh berbagai kalangan usia dan ini sangat menyenangkan.

Selain itu, para lansia pun bisa diajak melakukan hal baru seperti berkebun, menjahit, menyulam, atau bercerita tentang riwayat dan silsilah keluarga. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat