Benarkah Psoriasis Penyakit Menular?

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Jumlah penderita yang tidak terlalu banyak kadangkala menyebabkan kesadaran masyarakat akan penyakit psoriasis masih kurang. Apalagi, stigma masyarakat menyebut penyakit ini menjijikkan dan menular. Namun, benarkah demikian?

Psoriasis merupakan suatu penyakit autoimun pada kulit yang ditandai dengan gejala kulit bersisik dan berwarna putih keperakan, serta kadang disertai rasa gatal. Penyakit ini juga ditandai penebalan kulit yang disebabkan proses pergantian sel kulit yang terlalu cepat, sekitar 2-4 hari, di mana normalnya itu terjadi selama 3 minggu.

Jumlah penderita psoriasis di Indonesia diperkirakan 2,5 persen, sementara di dunia diperkirakan 2-3 persen. Jumlah tersebut, sebagaimana dijelaskan dr. Achmad Yusuf, Sp. KK Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya memang tidak terlalu banyak, sehingga sebenarnya tak begitu mengkhawatirkan.

Namun, terdapat stigma negatif pada masyarakat yang menyebutkan penyakit ini menular, menjijikkan, dan patut dihindari sehingga justru menghambat penderita untuk berobat, “Padahal kenyataannya, psoriasis bukanlah penyakit menular, dan kulit penderita bisa sembuh, kembali terlihat normal dengan pengobatan yang benar,” jelas dr. Yusuf.

Faktor genetik, pola hidup, lingkungan, dan gangguan sistem imun tubuh menjadi pemicu penyakit ini. Namun meski psoriasis bisa diturunkan secara genetik, lanjut dr. Yusuf, persentasenya tidak 100 persen diturunkan dari orang tua ke anak, “Bisa saja orang tua mengalami psoriasis tapi anak normal,” katanya.

Pola hidup yang tidak sehat, terutama pola makan juga bisa menjadi pemicu penyakit ini. Konsumsi makanan berlemak contohnya, karena lemak merupakan tempat baik untuk pertumbuhan sel-sel radang), dan juga minum minuman beralkohol.

Begitu pula faktor lingkungan, terutama depresi dan trauma bisa memicu timbulnya kelainan kulit psoriasis. Orang yang mengalami gangguan sistem imun tubuh berupa infeksi bakteri atau virus, dikatakan dr. Yusuf, lebih rentan terkena psoriasis, terutama anak-anak dan dewasa muda yang seringkali mengalami infeksi berulang di tenggorok.

Gejala dan Pengobatan Psoriasis

Psoriasis ditandai dengan adanya bercak merah bersisik putih keperakan, disertai penebalan kulit dan kadang rasa gatal. Lokasi psoriasis terutama di bagian tubuh yang mudah terkena trauma, seperti siku, lutut, kulit kepala, pantat, kuku, dan sendi.

Komplikasi psoriasis pada kulit bisa menyebabkan eritrodermi, yaitu bercak merah bersisik di hampir keseluruhan permukaan tubuh, yakni sekitar lebih dari 90 persen luas permukaan tubuh. Selain kulit, komplikasi penyakit ini bisa didapatkan pada sendi, yang disebut psoriasis arthritis, dengan gejala pembengkakan, kaku, dan rasa nyeri di sendi terutama sendi tangan.

“Psoriasis juga bisa menyerang organ dalam tubuh karena zat penyebab peradangan akan masuk ke dalam aliran darah dan bisa memicu peradangan di sepanjang pembuluh darah kapiler tubuh, hingga menyebabkan kelainan jantung,” papar dr. Yusuf.

Psoriasis, disebut dr. Yusuf juga memerlukan pengobatan jangka panjang dan belum ada penderita psoriasis yang 100 persen terbebas dari penyakit ini. Tapi, bukan berarti penderita psoriasis tidak bisa hidup normal. Dengan pengobatan yang benar dan tepat, penderita psoriasis tetap bisa hidup berkualitas dengan kulit terlihat normal.

Pengobatan psoriasis untukmenekan gejalanya, memperbaiki keadaan kulit, dan mengurangi rasa gatal. Pengobatannya bisa berupa obat oles, obat sistemik (suntik atau obat minum), dan terapi cahaya.

Sementara pencegahan timbulnya kelainan kulit baru bisa dilakukan dengan mandi secara teratur, menghindari suhu ekstrim, pola hidup sehat, tidak merokok, meminimalkan gesekan pada kulit, dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

“Penderita psoriasis dan masyarakat disekitarnya harus mengetahui bahwa penyakit ini tidak menular sehingga penderita psoriasis tidak perlu dihindari. Selain itu, semakin cepat terdeteksi dan terobati, disertai pola hidup yang sehat, maka gejala psoriasis bisa dikendalikan dan komplikasinya bisa dicegah,” pesan dr. Yusuf memungkasi.

Untuk mengetahui jadwal Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, klik di sini. Informasi pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat