RS Al Irsyad Surabaya

Benarkah HIV Bisa Tertular Lewat Kolam Renang? Ini Faktanya

Ketika kita memiliki akses ke kolam renang, terkadang muncul kekhawatiran: jika kita berenang bersama seseorang yang hidup dengan HIV, apakah kita bisa tertular? berdasarkan paparan dari Spiritia sebuah lembaga yang bergerak bersama orang-yang-hidup-dengan-HIV/AIDS jawabannya jelas, tidak. HIV tidak bisa tertular melalui kolam renang.
Artikel ini akan menjelaskan secara mudah dan humanis mengapa penularan lewat kolam renang merupakan mitos dan hal-hal yang benar-benar menjadi jalur penularan HIV agar kita bisa berenang bersama, beraktivitas bersama tanpa rasa takut yang tak perlu.

Kenapa HIV Tidak Menular Lewat Kolam Renang?

Ada beberapa alasan ilmiah mengapa HIV tidak dapat berpindah melalui air kolam renang atau berenang bersama pengidap:

  1. Virus HIV tidak bertahan lama di luar tubuh manusia
    Setelah terpapar ke udara atau air, virus ini cepat kehilangan kemampuan infeksi. Kolam renang umumnya diberi klorin yang efektif menonaktifkan virus.
  2. Penularan HIV memerlukan media yang sangat khusus
    HIV bisa ditularkan melalui cairan tubuh yang mengandung virus dalam jumlah cukup besar misalnya darah, air mani, cairan vagina, atau lewat jarum suntik.
    Sedangkan air kolam umumnya telah diencerkan dan diberi bahan kimia (seperti klorin) yang membuat virus tidak bisa bertahan.
  3. Tidak melalui kontak tatap atau berbagi udara
    Banyak yang keliru mengira bahwa dengan berenang bersama atau berada di kolam sama dengan berbagi risiko tinggi. Padahal HIV bukan penyakit yang menyebar lewat tatapan, udara, atau air kolam.

Contoh Kasus dan Klarifikasi

Pada tahun 1988 memang pernah muncul pemberitaan bahwa seseorang yang terjatuh ke kolam dan berdarah kemudian didiagnosa HIV. Cerita inilah yang lalu menimbulkan kekhawatiran. Namun setelah diteliti lebih jauh, kondisi tersebut bukanlah bukti bahwa HIV menular lewat kolam justru faktor seperti luka terbuka, darah dan kondisi lain yang memungkinkan virus masuk ke tubuh menjadi lebih relevan.
Jadi meskipun seseorang dalam kondisi tertentu (seperti luka terbuka) berada di kolam bersama, risiko HIV melalui air kolam tetap sangat rendah hingga bisa dikatakan negligible.

Kenapa Ini Penting untuk Kita Ketahui?

  • Mengurangi stigma: Sering kali orang dengan HIV menghadapi ketakutan dan pengucilan karena mitos penularan yang tak berdasar. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa menjaga hubungan sosial yang sehat dan inklusif.
  • Memberi rasa aman: Bagi keluarga, teman, atau siapapun yang ingin berenang atau olahraga bersama pengidap HIV penting untuk tahu bahwa aktivitas tersebut umumnya aman.
  • Mengedukasi secara bijak: Sebagai bagian dari masyarakat, kita bisa menjadi agen edukasi kecil memberikan informasi yang benar dan membantah mitos yang bisa menimbulkan kecemasan.

Tips Beraktivitas Bersama dengan Pengidap HIV secara Aman

Walaupun risiko penularan melalui kolam renang sangat rendah, berikut langkah sederhana agar aktivitas bersama tetap nyaman dan aman untuk semuanya:

  • Pastikan luka atau sayatan kecil pada tubuh sudah ditutup dengan baik sebelum berenang (baik Anda atau teman).
  • Gunakan kolam dengan perawatan yang baik (kualitas air, sirkulasi, dan klorinasi yang bagus) untuk mengurangi risiko infeksi umum selain HIV.
  • Jangan berbagi barang pribadi yang berkaitan langsung dengan cairan tubuh (contoh: jarum suntik, pisau cukur, atau barang yang bisa berdarah).
  • Bila ada kekhawatiran, jangan ragu untuk berkonsultasi ke tenaga medis atau ahli HIV untuk klarifikasi yang lebih spesifik.

Aktivitas seperti berenang bersama seseorang yang hidup dengan HIV tidak serta merta menimbulkan risiko penularan HIV virus ini tidak bertahan di kolam renang dan penularan terjadi hanya melalui jalur yang sangat spesifik. Pemahaman ini sangat penting untuk memupuk lingkungan yang lebih inklusif, aman, dan bebas dari stigma.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.